Jembatan Amblas, Lalu Lintas Terputus, Warga Desa Ciherang dan Jambar Harus Memutar 5 Km


KUNINGAN - Akibat curah hujan tinggi, Jembatan DI Ciherang, yang menghubungkan  tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kadugede, Nusaherang dan Darma, amblas pada Ahad (08/11/2020) dini hari. Alhasil, jalur transportasi yang melalui jembatan ini, terputus.

Jembatan yang dibangun pada tahun 1974 itu, kini tidak bisa dilalui pengguna roda dua dan empat dari kedua arah.



Volume badan jembatan yang amblas adalah tinggi 6 meter, panjang 5 meter dan lebar 6 meter. Posisi jembatan sendiri berada di Dusun Manis Desa Ciherang, Kecamatan Kadugede.

Salah seorang warga Desa Ciherang, Susanto, yang berhasil ditemui KR di lokasi mengungkapkan bahwa kejadian amblasnya jembatan terjadi pada Ahad dini hari tadi.

"Karena amblasnya jembatan tersebut terjadi saat sepi pengguna jalan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, " tutur Susanto.

Ditambahkannya, pada Ahad pagi, pihak terkait, termasuk BPBD Kuningan, Kabid Binamarga DPUTR Kuningan, Camat, Danramil, Kapolsek dan aparat Desa sekitar yang terdampak langsung hadir ke lokasi untuk membahas upaya penanganan agar akses lalu lintas warga yang biasa menggunakan jembatan tersebut, bisa kembali normal.


"Iya, tadi pagi langsung diasessment pihak terkait, untuk dicari solusinya agar warga bisa kembali beraktifitas dengan normal, " katanya.

Akibat amblasnya jembatan, warga dari Desa Ciherang, dan Desa Jambar harus memutar ke arah Desa Karangsari dan Desa Cikadu. Yang tadinya bisa dijangkau dalam jarak 1 kilometer, menjadi 5 kilometer.

"Warga harus memutar lebih jauh, apalagi kalau mau ke pasar kecamatan itu lebih jauh lagi bisa 7 kilometeran, " tuturnya.

Ia berharap kepada pemerintah agar bisa segera mengupayakan solusi secepatnya agar lalu lintas antar desa yang biasa melalui jembatan itu bisa kembali normal.

Terpisah, Kepala BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana, dalam keterangan persnya menjelaskan bahwa jembatan amblas tersebut diakibatkan oleh pengikisan tanah (longsoran tanah) dari derasnya air saluran irigasi.

"Air saluran irigasi yang deras mengikis peyangga jembatan, mengakibatkan jembatan ambruk, " ujarnya.

BPBD Kabupaten Kuningan telah melakukan penanganan darurat sementara. Setelah menurunkan tim assessment, BPBD berkoordinasi dengan aparat desa sekitar dan pihak Kecamatan, serta TNI/Polri.



"Kita langsung memasang rambu-rambu untuk mengamankan di sekitar amblasnya jembatan, " ucap Indra.

Sementara untuk pembutan jembatan darurat masih dikordinasikan bersama aparat Desa Ciherang dan Desa Jambar. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.