Kawasan Rebana Metropolitan Dibentuk, Kuningan Diproyeksikan jadi Pemasok Energi Melalui Geothermal Ciremai


KUNINGAN - Kabupaten Kuningan direncanakan menjadi salah satu pemasok kebutuhan energi dari geothermal di Gunung Ciremai untuk mendukung keberhasilan kawasan terintegrasi, Rebana Metropolitan, yang dibentuk Pemprov Jawa Barat.

Selain Kuningan, enam kabupaten / kota di Jawa Barat lainnya akan diintegrsikan menjadi satu wilayah ekonomi, industri dan perkotaan baru. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menunjuk kabupaten / kota di wilayah utara/timur laut Jabar menjadi satu kawasan proyek yang dinamakan Rebana Metropolitan itu. 

Ketujuh kabupaten/kota tersebut adalah  Kabupaten Subang, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Indramayu, Kabupatan Kuningan, Kabupaten Sumedang, dan Kota Cirebon.


Kawasan Rebana Metropolitan ini diproyeksikan sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi Jabar di masa depan melalui pengembangan kawasan industri yang terintegrasi, inovatif, kolaboratif, berdaya saing tinggi, serta berkelanjutan.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil pada  "Government Round Table Series 2: Pemulihan Ekonomi Jabar" beberapa waktu lalu menjelaskan, Rebana Metropolitan akan memiliki kota-kota baru dalam tujuh kawasan berbasis industri.

"Nantinya, masing-masing kawasan tersebut harus memiliki fungsi work, live, and play alias bekerja, tinggal, dan bermain," ungkap Gubernur Ridwan Kamil.

Lewat Rebana Metropolitan, imbuhnya, pada 2030 Pemprov Jabar berupaya meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi hingga 10 persen, pertumbuhan nilai investasi hingga 17 persen, dan menciptakan kurang lebih 4,3 juta lapangan pekerjaan baru.

Penduduk di kawasan Rebana Metropolitan berjumlah 9,28 juta atau sekitar 18,82 persen dari total 49,3 juta jiwa penduduk Jabar per 2019.


"Sebagai jantung pertumbuhan kawasan ini, ada Pelabuhan Patimban di Kab. Subang dan Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka yang berfungsi sebagai pusat konektivitas dan logistik.," ujarnya.

Beberapa pengembangan kawasan industri yang diutamakan di Rebana Metropolitan meliputi area Subang Barat, Indramayu, Kertajati, Jatiwangi, Cirebon, Krangkeng, Tukdana, Balongan, Butom, Losarang, Patrol, serta Patimban.

Teranyar, pada West Java Investment Summit (WJIS) 2020 yang digelar Senin(16/11/2020) kemarin, Bupati Kuningan, sebagai kepala daerah yang masuk dalam perencanaan Kawasan Rebana Metropolitan, ikut menandatangani MoU terkait pembentukan Kawasan Rebana Metropolitan.

Agenda West Java Investment Summit (WJIS) 2020 itu digelar di Ballroom Hotel Savoy Homann Jl. Asia Afrika No. 112 Bandung, sejak Senin hingga Kamis (19/11).

Pemprov Jabar bekerjasama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jabar menggelar WJIS 2020 sebagai forum investasi yang bisa dimanfaatkan pelaku usaha dan investor untuk berdiskusi mengenai berbagai hal teknis terkait proyek investasi di Jabar. 

Pada hari pertama dan kedua, WJIS diselenggarakan di Savoy Homann, Kota Bandung. Dalam WJIS hari pertama dan kedua, ada keynote speech dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Gubernur Bank Indonesia, dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Gubenur Jabar Ridwan Kamil akan menyerahkan izin investasi secara simbolis.

Rebana Metropolitan pun menjadi fokus pemasaran dalam gelaran WJIS 2020 dengan keunggulan infrastruktur, ekosistem investasi, upah minimum, insentif perpajakan bagi investor, serta kemudahan perizinan.

Selain Kuningan, akan menjadi pemasok energi bagi Rebana Metropolitan, DAM di Cipancuh, Jatigede, dan Setupatok, kilang minyak Balongan, hydro power Jatigede, hingga PLTU di Indramayu.

Adapun, dukungan infrastruktur yang sudah ada di kawasan Rebana Metropolitan, disebutkan, antara lain jalan nasional, Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) dan Palimanan-Kanci (Palikanci), rel Cikampek-Cirebon, Pelabuhan Balongan, Cirebon, dan Patimban (Tahap I), BIJB Kertajati, serta terminal Subang, Indramayu, dan Cirebon. 

Untuk mendukung pengembangan Rebana Metropolitan ini, berbagai proyek infrastruktur pun tengah dan direncanakan dibangun, antara lain Pelabuhan Patimban Tahap II, Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), tol akses Patimban, tol Kertajati, reaktivasi rel Rancaekek-Kertajati, LRT Cirebon Raya-Kertajati, hingga SPAM Jatigede dan TPPAS Cirebon Raya. 

Sesuai arahan Ridwan Kamil, kawasan Rebana pun menjadi salah satu dari tujuh ekonomi baru di Jabar. Ekonomi baru Jabar diharapkan menjadi solusi dari dinamika dan masalah pembangunan di provinsi seluas 35 ribu kilometer persegi dengan jumlah penduduk hampir 50 juta jiwa ini. 



Semakin memantapkan asa menuju kawasan ekonomi baru Jabar itu, penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemda Provinsi Jabar dan tujuh kepala daerah terkait Rebana Metropolitan pun akan dilakukan di hari pertama WJIS 2020, Senin 16 November 2020.

Sejumlah pihak turut terlibat dalam WJIS 2020 yakni Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, bank bjb, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar.

Selain itu, ada juga Biro Pemerintahan dan Kerja Sama Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jabar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinas Indag) Jabar, Biro Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Investasi Setda Jabar, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Jabar, dan Humas Jabar. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.