Dua Hari Perburuan, Enam "Ajag" Tewas Didor

KUNINGAN - Proses perburuan terhadap anjing liar yang diduga sebagai pemangsa puluhan ternak warga di Kecamatan Cibingbin telah berlangsung dua hari. Sejak Sabtu (26/12) dan Ahad (27/12), tim pemburu gabungan dari anggota TNI Kodim 0615/Kuningan, Polres Kuningan, Perbakin, BPBD, Pemerintah Kecamatan, dan Desa sekitar, dibantu warga, telah berhasil menembak 6 ekor anjing liar.



Hal tersebut dibenarkan Kapolres Kuningan, AKBP Lukman SD Malik, melalui Kapolsek Cibingbin, Iptu Asep Alamsyah kepada kuninganreligi.com, Ahad (27/12) malam, saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler.

Baca juga:

Perburuan Ajag Dimulai, Sarang Predator Ternak Ini Sudah Diidentifikasi

"Ya, dilaporkan dari hasil perburuan hari ini, Tim berhasil menembak dua ekor anjing liar di hutan sekitar Desa Cipondok dan Desa Ciangir. Untuk hari kemarin, bersama warga, telah ditembak empat ekor. Jadi totalnya ada enam ekor yang berhasil ditembak, " papar Iptu Asep.

Proses perburuan hari pertama, Sabtu (26/12) kemarin, sebutnya, sempat ada hambatan karena cuaca. Namun Tim dan warga setempat berhasil membunuh 4 ekor anjing liar.


"Perburuan juga sempat terhambat karena masih ada warga yang ngeyel berada di sekitar lokasi perburuan, " ujarnya.

Untuk Ahad (27/12) ini, proses perburuan yang dilakukan selama 4 jam, dari pukul 14:00 WIB hingga pukul 18:00 WIB, dari Perbakin berhasil menembak dua ekor anjing liar.

"Tadi juga kita agak tidak konsen, karena masih banyak penduduk yang ingin melihat proses perburuan. Ya gimana lagi, sehingga kita juga hati-hati, menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, " jelasnya.

Baca juga:

Kapolres: Survey dan Mapping Perburuan Hewan Pemangsa Ternak Dilakukan di Sekitar 4 Desa

Terkait ciri-ciri anjing yang ditembak, Asep menyebutkan bahwa mukanya memang agak seram seperti anjing hutan. 

Kapolsek menjelaskan, esok hari perburuan masih akan dilakukan. Namun, tim gabungan sebagian tidak ikut serta.

"Untuk besok kita akan melibatkan Tim dari Koramil, Polsek, Pemdes dan warga lokal saja. Nanti dipimpin Saya langsung," katanya.



Sebelumnya, diberitakan, sebanyak 72 ekor kambing dan 1 ekor anak sapi milik warga di tiga desa di Kecamatan Cibingbin mati dimangsa secara misterius dalam kurun waktu 20 hari terakhir di Bulan Desrmber.

Setelah diteliti dan diselidiki dari jejak kaki dan luka, serta ada saksi warga yang memergoki ternak mereka saat akan dimangsa, disimpulkan bahwa pemangsa puluhan ternak itu adalah anjing hutan/liar.

Akhirnya aparat kepolisian, TNI, BPBD dan Perbakin berkoordinasi dengan Pemdes setempat untuk melakukan perburuan dalam dua hari terakhir. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.