Kapolres AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya Sempat Tak Ingin Jadi Polisi

KUNINGAN - Ada sesuatu yang menarik pada Agenda Coffee Morning Forkopimda dengan Wartawan Kabupaten Kuningan yang digelar di Aula Lapangan Tembak Mapolres Kuningan, Rabu (06/01/2021).

Kapolres Kuningan yang baru, AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya, menyebutkan, sebelum masuk Korps Kepolisian, dirinya sempat tidak tertarik menjadi anggota Polisi. 



AKBP Doffie mengaku dirinya pada saat mendaftar sebagai anggota angkatan bersenjata, di Kodam Jaya, pilihan menjadi Polisi Ia simpan di urutan ketiga setelah Angkatan Darat dan Angkatan Laut.

Namun, saat pengumuman, ternyata takdir berkata lain, dirinya malah terpilih sebagai bagian dari Korps Kepolisian.

"Dulu itu, panitia penerimaan anggota angkatan bersenjata, adalah dari empat angkatan, TNI AD, AL, AU dan Kepolisian. Maka mereka yang lulus benar-benar sesuai dengan formulir yang diisi itu sangat sedikit, " paparnya.

Ketidaktertarikan dirinya menjadi anggota polisi, diungkapkannya, karena Ia sempat punya pengalaman ditilang, sehingga uang bulanan sekolahnya habis untuk bayar denda tilang.

"Saat itu Saya sempat dongkol dengan Polisi. Namun saat Saya bertugas, ternyata di kepolisan memiliki banyak satuan. Ada Satlantas, Satreskrim, Satresnarkoba, Sabhara, Satintel, dan lainnya, " terangnya.

Hingga saat ini, Ia melihat banyak perkembangan di kepolisian, mulai dari sarana prasarananya juga berkembang dari sisi teknologi dan lainnya.

"Ini menjadi tantangan buat kami. Sedangkan tantangan terberat adalah menjadi Kapolres pengganti Kakanda AKBP Lukman, " tandasnya.

Disebutkan tantangan berat, karena jika menggantikan pejabat yang sebelumnya kurang bagus kinerjanya itu gampang. Tinggal meningkatkan kinerja saja sedikit, bisa dikatakan berhasil.

"Sedangkan, jika menggantikan pejabat lama yang meninggalkan prestasi baik, ini berat. Jangankan meningkatkan, untuk mempertahankan saja tentu butuh perjuangan, " sebutnya.

Di Polres Kuningan sendiri, saat kepemimpinan AKBP Lukman, Ia mengetahui terjadi Crime Prevention (pencegahan kriminalitas) yang maksimal. 

Dalam kepemimpinan, Ia menyadari, masih perlu banyak belajar, karena diakuinya, Ia masih belum cakap dalam hal manajerial.

"Saya itu biasa di pelaksana, pekerja, sekarang harus banyak belajar untuk bisa menjadi manajer, " kata AKBP Doffie.



Ia mengaku harus banyak belajar dari pejabat Kapolres sebelumnya, dimana telah mampu menjalin hubungan baik dengan semua pihak, baik Forkopimda, para tokoh masyarakat, wartawan, dan lainnya.

"Saya berharap ke depan sinergitas ini bisa tetap terjalin, karena seberat apapun masalah jika dihadapi bersama-sama pasti akan ada jalan keluarnya, " pungkas pria kelahiran Jakarta Tahun 1981 ini. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.