Warga Ikut Urus Jenazah Korban Covid-19 Pertanyakan Peran Pemerintah

KUNINGAN - Nursasim (47 tahun), warga Dusun Pon B Desa Caracas, Kecamatan Cilomus, Kabupaten Kuningan mengaku baru saja mengurus jenazah korban Covid-19 pada akhir Desember 2020 kemarin.

Ia menduga dalam pelaksanaan pengurusan jenazah warga yang terpapar COVID-19 itu tidak mengikuti SOP pemakaman jenazah Korban COVID-19 sebagaimana mestinya.



"Dari mulai gali liang lahat sampai menurunkan peti jenazah, tanpa dibarengi penyemprotan desinfektan, " ungkapnya pada kuninganreligi.com, Senin (04/01/2021).

Ia juga menambahkan bahwa selama pengurusan jenazah korban COVID-19 tersebut dirinya tidak melihat adanya pendampingan dari team gugus tugas (COVID-19) juga tanpa pendampingan dari bidan desa dan yang lainnya.

"Semua yang melakukan pengurusan jenazah itu hanya masyarakat awam. Makanya Saya ingin mendapat tanggapan dari dinas terkait, khususnya BPBD Kuningan, Dinkes Kuningan dan Tim Gugus Tugas (sekarang: Satgas) Penanggulangan Cobid-19, terkait masalah ini, " papar pria yang biasa dipanggil Acim ini.

Kepada kuninganreligi.com, Acim menyampaikan pertanyaan untuk dijawab instansi terkait tersebut. Pertama, Ia menanyakan, apakah Satgas penanggulangan Covid-19 yang dibentuk di desa-desa se-Jawa Barat, atas Instruksi Gubernur Jabar, sampai saat ini masih efektif ataukah tidak?

"Yang kedua, Saya menanyakan, apakah 30% Dana Desa, masih dianggarkan untuk penanggulangan Pandemi Covid-19," tanyanya melalui sambungan seluler pada kuninganreligi.com.

Dirinya mempertanyakan hal itu karena merasa khawatir pada kondisinya saat ini. Setelah ikut mengurusi jenazah korban COVID-19, Acim saat ini mengaku mengalami gejala batuk-batuk, pilek, dan gangguan indera penciuman.

"Iya, sedang sedang mengalami gangguan indra penciuman sedang tidak bisa mencium bau. Sebenarnya ingin diswab, tapi mahal, " keluhnya.

Pihaknya menyampaikan hal itu di media sosial dan media online ini karena merasa peduli pada kondisi masyarakat saat ini. Ia ingin ada edukasi dan sosialisasi yang jelas pada masyarakat terkait penanganan COVID-19 yang selama ini dilakukan pemerintah.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, dr Hj Susi Lusiyanti, menjawab pertanyaan warga tersebut. Diterangkannya, saat ini Satgas penanganan COVID-19 di desa-desa masih ada dan masih efektif.

"Masih efektif, hanya saja peningkatan kasus yang cukup banyak membuat kami kewalahan menangani kasus perkasus, " ujar Susi.

Disamping itu, Ia melihat beberapa pasien yang telah dinyatakan positif COVID-19 tidak mau disiplin, walaupun sudah diperingatkan dengan baik.

Terkait pemulasaran jenazah korban COVID-19, Ia menyebut ranahnya ada di rumah sakit - rumah sakit dimana pasien Covid-19 tersebut meninggal.



"Untuk penanganannya, penguburannya, selama ini kerjasama Satgas Desa dan Kecamatan. Pihak Puskesmas hanya koordinasi untuk protokol kesehatannya saja," tandasnya.

Kemudian terkait pertanyaan soal Dana Desa, Ia menyebutkan tidak bisa menjawabnya.

"Soal Dana Desa kita kurang tahu, itu bukan ranah Dinkes, " pungkasnya. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.