Header Ads

BUTUH WAKTU 7,5 JAM PADAMKAN API DI SPBU KADURAMA


KUNINGAN - Sebuah SPBU di wilayah Kecamatan Ciawigebang, tepatnya di Blok Kadurama, hampir meledak, setelah mengalami kebakaran serius di bagian saluran penampungan bahan bakar yang menuju ke saluran air warga.

Pada Kamis (24/01/2019), SPBU milik Hj Ani (62), warga Desa Ciawigebang, sekira pukul 20:45 WIB mengalami kebakaran. Api berkobar dan membesar datang dari arah selokan sebelah timur SPBU.

Salah seorang warga, Euis (48), yang kebetulan sedang berada di lokasi berhasil melaporkan kejadian tersebut kepada UPT Damkar Satpol PP Kuningan.

Lima belas menit kemudian,  satu unit Randis Damkar dan 5 anggota meluncur ke TKP. Melihat api yang sangat besar, UPT Damkar menambah personilnya menjadi 29 orang dan 3 unit Randis Damkar diterjunkan ke lokasi.

Api sempat padam pada pukul 22.30 WIB, namun, kemudian kembali menyala dan dapat dipadamkan sekitar pukul 00.20 wib. Petugas damkar yang dibantu oleh anggota kepolisian sektor Ciawigebang, Camat Ciawigebang, melakukan pemeriksaan penyebab awal terjadinya kebakaran, dengan memeriksa sumur /tempat penmpungan Bahan bakar jenis premium/petralite. 

" Penyebab kebakaran sementara diduga dari kebocoran saluran pipa pengisian BBM jenis bensin/petralite, yang kebetulan pada saat terjadinya kebakaran sedang dalam proses perbaikan, " terang PLT Kepala UPT Damkar Satpol PP Kuningan, Khadafi Mufti kepada media.

Ia menyayangkan tidak adanya upaya kooperatif dari pihak pemilik SPBU pada saat didatangi oleh Kapolsek Sektor Ciawgebang dan Camat Ciawigebang ke rumahnya, yang bersangkutan tidak bisa ditemui.


Berkat kegigihan para petugas, pemadaman api dan pendinginan di lokasi kebakaran baru selesai sekira pukul 03.30 WIB, atau 7,5 jam setelah kejadian bermula.

Dari kebakaran tersebut, ditaksir kerugian sebesar Rp 150 juta akibat sekira 20.000 liter BBM ludes, dan dilaporkan tidak ada korban jiwa.

UPT Damkar memandang perlu melakukan sterilisasi dalam radius 500 meter di sekitar wilayah SPBU. Hal ini dikarenakan bensin/petralite sudah bercampur air dan terbawa arus air dari selokan. Dikhawatirkan ada yang membuang puntung rokok ataupun sumber api, sewaktu-waktu daoat kembali terjadi kebakaran.

" Kami sudah melakukan penutupan saluran air yang bercampur BBM dengan menggunakan pasir, dan dialihkan ke sawah disamping SPBU, " ujar Khadafi di lokasi kebakaran, Jum'at (25/01/2019) pagi. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.