Headline

KEREN! ANGGOTA LINMAS SULAP SAMPAH JADI KURSI SANTAI


KUNINGAN - Barang bekas, bagi sebagian orang mungkin hanya menjadi sampah yang tak berguna. Bahkan, sampah barang bekas tersebut sering jadi penyebab timbulnya bencana di sebagian tempat. 



Meluapnya air hujan dari selokan kiri kanan jalan-jalan di Kuningan, tak jarang ditemui kala hujan deras turun. Sebagiannya disebabkan oleh mampetnya saluran air tersebut oleh tumpukan sampah yang dibuang warga sembarangan di saluran air.

Namun, bagi Arisandi (41), warga Dusun Manis Desa Susukan Kecamatan Cipicung Kabupaten Kuningan, barang bekas merupakan modal baginya untuk berkreasi menciptakan benda-benda berguna.

Pemuda asli kelahiran Pekalongan tahun 1978 ini, banyak memikat perhatian masyarakat di sekitar kampung halamannya karena daya kreasinya yang bisa menyulap barang bekas menjadi barang rumah tangga berguna.

Ketika kuninganreligi.com menyambangi kediamannya, Arisandi, sedang asyik bergulat dengan ban-ban bekas yang akan dijadikan kursi santai. Sebenarnya, kesehariannya, Arisandi berprofesi sebagai tukang jahit pakaian dan mencari barang bekas untuk didaur-ulang kembali, demi mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarga.

" Ya ini awalnya hanya sekedar iseng untuk mengumpulkan barang bekas. Saya mencarinya setiap hari di area perumahan sekitar, sambil ronda malam keliling kampung, " ujar pria yang juga menjadi anggota Linmas di desanya itu.

Arisandi mengatakan, sambil menjalankan tugas, Ia pun selalu memberi pengarahan kepada warga, supaya tidak membuang sampah sembarangan. 
" Saya katakan, alangkah baiknya sampah tersebut dikumpulkan, " papar Sandi ketika diwawancarai tentang kisahnya.

Dengan modal uang yang ada yang didapatnya dari gaji sebagai anggota Linmas, Sandi mencoba memanfaatkan sampah dan barang bekas tersebut menjadi kursi-kursi menarik.

" Terutama dari ban-ban sepeda roda 2 dan roda 4, dengan bermodalkan uang Rp 250 ribu saya berkeinginan menjadi peluang usaha untuk menghidupi keluarga, " ucapnya.

Kursi-kursi santai yang dibuatnya dari barang bekas tersebut, kini sudah banyak yang memesan, ada juga dari luar daerah.

Dengan bahan baku yang tidak sulit didapatkan dan modal kecil, Sandi biasa menawarkan kursi buatannya seharga kisaran Rp 1,5 juta.



" Saya berharap bisa menularkan kreatifitas ini kepada pemuda di lingkungan Saya, terutama kepada anak muda yang masih belum bekerja untuk bisa bersama-sama menciptakan peluang usaha itu, " harap Sandi menutup pembicaraan dengan wartawan kuninganreligi.com. (Ries)

No comments