Kebakaran di Kandang, 1800 Ekor Ayam Ludes Terpanggang


KUNINGAN - Menjelang tengah malam, Jum'at (24/05/2019), petugas UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan harus berjibaku memadamkan api. Sebuah kandang ayam, milik Udis (59), warga Dusun Manis Rt 2 Rw 3 Desa Haurkuning Kecamatan Nusaherang, berukuran 6x18 meter, terbakar.

Kronologis kebakaran, seperti yang dilaporkan PLT Kepala UPT Damkar Satpol PP Kuningan, M Khadafi Mufti, bermula saat pemilik kandang mengganti oven pemanas batu bara sekira pukul 18:30 WIB.


"Berhubung akan melaksanakan Shalat Tarawih, pemilik kandang pulang setelah mengganti ovenan batu bara tersebut," terang Khadafi kepada media.

Sekira pukul 23:30 WIB, imbuhnya, salah seorang warga setempat melihat asap dan api yang berasal dari kandang. Kemudian yang bersangkutan meminta pertolongan warga untuk memadamkan api.  

"Sekitar pukul 23:50 WIB, Oni (45), warga setempat, menginformasikan kejadian kebakaran ke kantor UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan melalui sambungan telepon," tuturnya.

Segera, 2 unit kendaraan damkar dan 7 orang anggota Regu 3 meluncur ke TKP dan tiba di TKP 20 menit kemudian.

Dibantu warga setempat, aparat pemerintahan desa, anggota Polsek Kadugede, api berhasil dipadamkan selama 1 jam.

Penyebab kebakaran diduga dari percikan api dari tungku/Ovenan batu bara  yang berada di bawah kandang, dan membakar kandang, ayam/Bibit Ayam (DOC), serta pakan ayam.



"Dari musibah ini ditaksir kerugian total sekira Rp 79.900.000,-, akibat terbakarnya bangunan/kandang seluas 106 m2, Bibit Ayam (DOC) sebanyak 1.800 ekor, pakan ayam 20 Ton," jelas Khadafi.

Pihaknya menghimbau untuk wilayah lingkungan yang terdapat kegiatan /usaha seperti ternak ayam , perlu dilakukan pendataan oleh Pemerintaham Desa /Kelurahan. 

"Perlu dilakukan sosialisasi tentang pencegahan dan penanggulangan kebakaran di lingkungan pemukiman.
 Juga, untuk tempat kegiatan usaha, disediakan sistem proteksi kebakaran, seperti APAR, Hydran, Bak air dan lain-lain, untuk mencegah serta meminimalisir terjadinya bahaya kebakaran," ungkapnya.(Nars)

No comments

Powered by Blogger.