Acep: Rumah Jodi Akan Direlokasi



KUNINGAN - Menanggapi pemberitaan tentang Jodi, Si Anak Yatim yang semangat pergi sekolah di tengah "keterbatasan" kondisi keluarganya, Bupati Kuningan, H Acep Purnama, akhirnya angkat bicara.

Mencuatnya pemberitaan kisah Jodi dan keluarganya, Acep mencoba meluruskan, bahwa menurutnya, pihaknya tidak akan pernah membiarkan apapun kejadian yang menimpa warga Kuningan, selama masih bisa terpantau.

"Beberapa waktu yang lalu, rumah yang mereka tinggali itu dibangun dari kebijakan pemerintah daerah," ujarnya dalam sebuah video yang beredar Rabu (31/07/2019) malam.

Setelah pihaknya melihat dan mempelajari secara seksama, bahkan berkomunikasi dengan keluarga Jodi, Acep bermaksud menepis isu-isu yang kurang baik dari berita yang beredar.

"Seolah-olah pemerintah daerah membiarkan, kemudian ada anggapan mereka hidup diasingkan, lalu ada isu keluarga tersebut memiliki perilaku yang tidak baik dan tidak wajar. Saya katakan itu tidak benar semuanya," tegas Acep.

Menurut Acep, kakek dan nenek Jodi, Rakum (70) dan Sati (62), tidak memiliki kelainan dalam pergaulan. Mereka, kata Acep, hidup normal-normal saja.

Adapun kondisi rumah mereka yang rusak-rusak, Acep mengaku bahwa kewajibannya untuk memperbaiki bahkan kesimpulannya rumah tersebut akan dipindahkan.


"Akhirnya, kami sebagai Bupati, mengeluarkan kebijakan, pertama, dengan mempertimbangkan berbagai hal, rumah mereka akan Kami relokasi ke tempat yang lebih datar dan memadai," katanya.

Bahkan, Ia telah mendapatkan lokasi untuk relokasi rumah Jodi, yang terletak di pinggir jalan dengan ukuran sekira 50 meter persegi.

"Nanti Saya akan buatkan rumah dengan layak, wajar, paling tidak dua kamar tidur. Letaknya sebelah Puskesmas Pembantu (Pustu)," ucapnya.

Pertimbangan relokasi, tambahnya, adalah kalau musim hujan, di situ pasti licin. Juga sumber air yang jauh, mengakibatkan mereka mandi juga seadanya.

" Mengenai pembangunan rumah tersebut, Ssaya meminta waktu sekira 1 hingga 2 pekan. Kepada petugas Pustu yang berdempetan dengan rumah tersebut nantinya, Saya juga telah meminta untuk adanya bimbingan dan konseling kepada keluarga Jodi," papar Acep.

Terkait ibunya Jodi, Acep telah menyarankan untuk ikut Keluarga Berencana. 

Kemudian tentang Jodi, orang nomor satu di Kuningan ini melihat, Ia adalah anak yang cerdik, semangat dan normal. Mereka bermain seperti anak kebanyakan, hanya saja, karena hidupnya menyendiri, jauh dari warga sekitar, sehingga mereka hanya bermain seperti itu saja.

"Jodi itu usianya enam tahun lebih sedikit, belum masa usia kelas 1 SD. Tapi karena semangatnya, Saya sudah menekankan kepada gurunya, untuk tetap menerima Jodi sebagai siswa di sana," kata Acep.

Bupati melihat kepada Jodi dan adiknya, perlu diberikan pembinaan untuk mendapatkan kecerdasan. Pendidikan mereka pun, ucapnya harus gratis.

"Jodi juga sudah mendapat KIP, juga terkait beasiswa, itu sudah kewajiban kami, yang namanya pendidikan itu kan sudah digratiskan, kita juga wajib membantu terkait perbaikan-perbaikan ke depan," tutup Acep. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.