MAHLUQ BERNAMA KRITIS



Kuningan - Jawa Barat, 26 Juli 2019

Bismillah



Kritis itu bukanlah mampu melihat kesalahan yang nampak di depan mata, tetapi mampu melihat kebenaran yang tidak terlihat di baliknya.....

Orang awam hanya melihat yang zahir. Padahal, yang zahir itu kerapkali menipu. Orang yang kassyaf mampu melihat yang batin, sesuatu di balik yang zahir.

Sesungguhnya itulah hakikat yang sebenarnya.

Itu semua, ibarat syair lagu Salim dalam bahasa Melayu “Suci dalam Debu”:
" Engkau bagai air yang jernih, di dalam bekas (=ember) yang berdebu. Zahirnya kotoran itu terlihat, namun kesucian terlindung jua”.

Secara zahir yang terlihat hanyalah kotoran, yang batin, yakni kesucian, memang tidak terlihat.

Tetapi ia tetap terlindung.. Yang hakikat, nanti akan terlihat..

“Suatu hari nanti, pasti kan bercahaya, pintu akan terbuka, kita langkah bersama".

Di situ kita lihat, bersinarlah hakikat, debu jadi permata, hina jadi mulia...............................                           Bukan khayalan, yang  aku berikan, tapi keyakinan yang nyata

Walayabluannakum : Bahwa dalam kehidupan ini pasti banyak tantangan

Oleh sebab itu : Walaa yasirruu Walaa tua'sirruu : Jika suatu perkara bisa DIPERMUDAH, mengapa DIPERSULIT ? ( Tidak beradab), harusnya, jika suatu perkara itu SULIT BERBELIT, mengapa tidak DIPERMUAH ? (Beradab), apa sdh lupa dgn nilai luhur *KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB ?

Jadi segala sesuatu urusan  wajib dipastikan ada kesimpulan akhir.

 Fahamilah bertambah usia : adalah ketika Allah mulai mengajari manusia  untuk melihat tidak lagi hanya dengan MATA, mendengar tidak lagi hanya dengan TELINGA, mencium tidak lagi hanya  dengan HIDUNG, merasakan tidak lagi hanya dengan LIDAH dan KULIT.

Tetapi menikmati karunia Allah dengan JIWA atau HATI.

Karena Allah akan menjadikan manusia  kembali sebagai RUH. Anasir diri manusia  yg sesungguhnya

Hanya jiwa jiwa yang tenang yang akan segera menjadi CAHAYA.

Hanya jiwa jiwa yang masih berlumur nafsu yang pasti akan sulit kembali menjadi cahaya

Mulailah memilah dan memilih untuk membuat jarak rasional, terukur dan tentu sikap Islami dengan segala bentuk atribut dunia (Bahaya sekularisme)

Karena itu semua  akan membuat manusia  sulit untuk PULANG  kehadirat" MAALIKI YAUMIDDIN" Ilahi Robbi dengan tenang

"........ Allah Arrahmaani Arrahiimi senantiasa  membimbing manusia  kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Ilahi Robbi memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. 24, An-Nuur: 35').

Hadanallahu Waiyyakum Ajma'in

Penulis : Awang Dadang Hermawan, Drs, M. S. I :  Mantan Wk. Sekretaris Jenderal Lazdnah Tanfidiyah Dewan Pimpinan Pusat Partai Syarikat Islam Indonesia  (  DPP PSII - 1905 - Parpol Peserta Pemilu Th. 1999 - Nomor urut Parpol  17 ).
19530430 TITIK

No comments

Powered by Blogger.