Sakit Hati Cucu Dimarahi Saudara, Nenek Rumsiti Akhiri Hidup dengan Cara Tragis


KUNINGAN - Diduga karena merasa sakit hati dikarenakan cucunya sering dimaki dan dimarahi oleh saudaranya sendiri, Rumsiti (45 tahun), warga Gg. Wijaya, Dusun Puhun, Rt 05/03 Desa Cibinuang Kecamatan Kuningan nekad mengakhiri hidup dengan cara tragis, gantung diri pada Selasa (24/09/2019) pagi.

Rumsiti ditemukan menantunya sendiri, Sukenda (35 tahun), sudah tidak bernyawa tergantung dengan seutas kain yang diikatkan pada kayu penyangga  atap di lantai dua rumahnya.



Informasi yang dihimpun kuninganreligi.com dari pihak kepolisian Sektor Kuningan, didapatkan keterangan kronologi kejadian penemuan mayat dengan modus gantung diri tersebut.

Selain saksi Sukenda, Saksi atas nama anak korban, Atik Yuniarti (23 tahun) menerangkan bahwa sekira pukul 05:00 WIB, saksi Sukenda dibangunkan oleh saksi Atik yang menyampaikan dan memperlihatkan bahwa ada secarik surat dari ibunya yang berisikan bahwa ibunya merasa sakit hati dikarenakan cucunya dibentak-bentak oleh saudaranya.

Dalam surat yang ditulis tangan korban tersebut dikatakan ia saat ini sedang berada di atas. 



Segera setelah membaca surat tersebut kemudian Atik meminta tolong kepada saksi Sukenda untuk mengeceknya ke atas (belakang rumah). Ternyata saat dicek ke atas rumah tepatnya lantai 2 pas anak tangga, Sukenda kaget saat melihat korban tergantung dengan menggunakan pakaian daster dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

Anggota Polsek Kuningan, setelah melakukan olah TKP menyimpulkan bahwa kematian korban murni dengan cara gantung diri. Karena hasil pemeriksaan terhadap korban, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan lain.

Selanjutnya mayat korban diserahkan kepada keluarga untuk dikuburkan.(Nars)

No comments

Powered by Blogger.