Paripurna Tatib DPRD Digelar Selasa ini, Bagaimana Nasib Chartam ke Fraksi PPP?


KUNINGAN - Rapat Paripurna DPRD Kuningan terkait pembahasan tata tertib dewan menurut informasi akan digelar kembali Selasa (29/10/2019) ini. Rapat tersebut sempat tertunda tiga hari kerja, setelah pada Kamis (24/10) lalu tidak dilanjutkan karena rapat tidak kuorum, hanya ada 25 anggota DPRD yang hadir saat itu.

Ketidakhadiran 25 anggota  DPRD lainnya dalam paripurna Kamis lalu,  disebabkan sebagian anggota DPRD mempertanyakan keabsahan status perpindahan anggota DPRD, Chartam Sulaiman (Nasdem) dari Fraksi PDIP ke Fraksi PPP. 

Mereka menginginkan agar pimpinan DPRD Kuningan bekonsultasi ke Kemendagri, terlebih dahulu, terkait keabsahan status perpindahan Chartam ke Fraksi PPP, karena PDIP mengatakan perpindahan Chartam hanya bisa dilakukan setelah yang bersangkutan berada di Fraksi PDIP selama 2 tahun 6 bulan sesuai PP No 12 tahun 2018.



Akhirnya, Pimpinan DPRD menyepakati untuk menunda paripurna dan berkonsultasi ke Kemendagri pusat yang dilakukaan pada Senin (28/10) siang. Hingga Senin malam, teka-teki terkait nasib satu-satunya kursi Partai Nasdem ini belum terjawab. Apakah setelah ada konsultasi ke Kemendagri, Chartam masih harus di Fraksi PDIP, ataukah kepindahannya ke Fraksi PPP diakui oleh PDIP?

Kedua pimpinan Partai, PDIP dan Gerindra yang memegang kursi terbanyak dari dua Koalisi berbeda, KP dan KKB, masih menutup rapat informasi tersebut. Keduanya hanya menjawab masih dalam pembahasan rapat dengan Kemendagri, ketika ditanya media Senin sore.

Banyak spekulasi yang beredar terkait nasib kursi Nasdem tersebut. Salah seorang ketua parpol yang dihubungi media menyebut, hasil konsultasi itu akan memutuskan Chartam diterima pindah ke Fraksi PPP. 

Jika hal itu benar terjadi, maka dua koalisi di DPRD Kuningan, Koalisi Pemerintah dengan Koalisi Kuningan Bersatu akan memiliki jumlah kursi sama , yakni 25-25.

Hal ini membuat prediksi bakal sengitnya setiap pengambilan keputusan yang diambil dalam Paripurna di DPRD Kuningan. Karena, jika diambil keputusan voting, dan suara kedua koalisi itu solid, maka dalam setiap voting akan menghasilkan suara yang sama alias draw. 



Selain jumlah kursi sama, kedua koalisi pun memiliki jumlah pimpinan dewan yang sama yakni 2 orang. Di Koalisi Pemerintahan ada Nuzul Rachdi (PDIP) dan Ujang Kosasih (PKB) dan di Koalisi Kuningan Bersatu, ada Dede Ismail (Gerindra) dan Kokom Komariyah (PKS).

Namun di sisi lain, nampaknya sebelum pelaksanaan paripurna Selasa ini, masih terus terjadi lobi-lobi politik. Ini diperkuat, dengan kehadiran Ketua DPC PDIP yang juga menjabat Bupati Kuningan, Acep Purnama, di Kantor DPD PKS, Senin malam, paska kepulangan 4 pimpinan DPRD dari Kemendagri.

Menurut informasi yang terhimpun, di sana, Acep bertemu dengan para pimpinan Parpol KKB, malam tadi. Hingga Selasa dini hari, masih simpang siur informasi terkait pertemuan tersebut.  (Nars)

No comments

Powered by Blogger.