Polisi: Penyebab Kematian Kasam, Tunggu Hasil Otopsi



KUNINGAN - Kepolisian Resor Kuningan masih belum bisa mengungkap sebab kematian korban Kasam bin Warya (50 tahun) warga Dusun Gunung Jawa Desa/Kecamatan Karangkancana Kabupaten Kuningan yang ditemukan warga pada Kamis (17/10/2019) malam di dekat kandang kerbau miliknya.

Ketika ditanya soal dugaan indikasi adanya unsur pembunuhan terhadap korban, Kapolres Kuningan, AKBP Iman Setiawan, melalui Kasat Reskrim, AKP Reza Fahlevi, menerangkan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan dan mendalami motif kematian korban.



"Namun memang pada saat ditemukan, mayat itu dalam kondisi tangan terikat,  kemudian kakinya juga dalam keadaan terikat, " terangnya kepada kuninganreligi.com, Jum'at (18/10/2019) sore.

Kemudian juga untuk dugaan adanya tindak kekerasan kepada korban sebelum meninggal, Kasat Reskrim mengaku belum bisa menentukan ke sana karena jasad korban masih dalam proses visum luar dan dalam yang sedang dilakukan di RS Losarang.

"Saya masih belum bisa memastikan, tapi dari muka itu sudah membengkak. Apakah dikarenakan luka bekas benda tumpul atau memang karena sudah reaksi pembusukan, " jelas Reza.

Terkait kapan korban meninggal, kepolisian masih tetap menunggu hasil visum. Hanya saja, menurut keterangan keluarga korban, bahwa mereka terakhir bertemu dengan koban pada Hari Rabu (16/10). 

"Keluarga pada Hari Rabu jam 14:00 WIB siang masih bertemu korban, bahkan sempat minta dibelikan rokok. Kemudian Hari Kamis malam kita dapat informasi ada penemuan mayat, " ujarnya.

Sementara, masalah dugaan hilangnya kerbau milik korban, Kasat Reskrim Reza mengatakan sejauh ini, menurut keterangan saksi, korban sehari-harinya menggembalakan empat ekor Kerbau.

"Yang dua ini ada, sementara yang dua lagi, Kami belum bisa memastikan hilang, karena bisa saja saat menggembala memang sapinya itu lepas atau ada sebab lainnya, " pungkasnya.



Sebelumnya, warga Desa Karangkancana digegerkan dengan penemuan mayat  dalam kondisi tengkurap dengan tangan dan kaki diikat, pada Kamis (17/10) malam. Sementara pada leher korban nampak dililit dengan menggunakan kain. Dari tubuh korban sudah tercium bau tak sedap. Warga kemudian melaporkan penemuan mayat tersebut ke pihak kepolisian. 

Korban Rasam, diketahui merupakan seorang penggembala kerbau yang sehari-harinya biasa tidur di kandang. Sebelumnya korban sempat dicari warga, karena keluarga menaruh curiga setelah seharian tidak melihat korban yang biasanya datang ke rumah untuk meminta makanan.

Dari empat ekor kerbau yang biasa digembalakan korban, hanya dua yang berhasil ditemukan warga. Sementara dua ekor lagi, warga menduga kerbau tersebut telah dicuri.
 (Nars)

1 comment:

Powered by Blogger.