Gubernur DKI, Anies Baswedan, Dukung Pedirian Kuningan Promotion Centre


JAKARTA - Satu langkah pasti dilakukan para perantau asal Kabupaten Kuningan Jawa Barat yang berdomisili di Jabodetabek. Mereka yang tergabung dalam Siwindu Maju Kabeh, terus berupaya untuk bisa membangun daerah asal mereka melalui berbagai terobosan positif.

Salah satunya adalah digagasnya pendirian Kuningan Promotion Cantre dalam rangka membantu para pelaku UMKM asal Kuningan yang berada di wilayah Jabodetabek untuk bisa terjamin kelancaran usahanya, baik dari segi pemasaran maupun kenyamanan lokasi usaha.

Sebuah pertemuan silaturahmi antara para pelaku UMKM asal Kabupaten Kuningan se-Jabodetabek dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, di Rumah Dinas Gubernur DKI, Kamis (14/11/2019), diinisiasi Siwindu Maju Kabeh bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.



Dalam pertemuan yang berlangsung akrab dan hangat tersebut hadir para pelaku UMKM asal Kuningan se-Jabodetabek sebanyak 150 orangg dari berbagai paguyuban. Hadir juga, 50 orang pelaku UMKM dari Kabupaten Kuningan bersama Kadis Koperasi dan UKM Kuningan, Ir Bunbun Budhiyasa, dan Kadis Perhubungan, Dr Deni Hamdani, mewakili Bupati Kuningan yang berhalanggan hadir.

Selain itu, nampak para sesepuh perantauan asal Kuningan, H Atang Sugiyono, selaku pembina Siwindu Maju Kabeh, Ketua RWK, H Sanis Ghazali dan Ketua Umum Siwindu Maaju Kabeh, Dr Tohana.

Dari pihak Pemprov DKI, Gubernur Anies Baswedan juga ikut hadir bersama jajarannya.

Dalam pertemuan, Pembina Siwindu, H Atang Sugiyono menyampaikan bahwa sejak didirikannya pada 30 Agustus 2017, Siwindu Maju Kabeh memiliki tujuan untuk turut berperan secara aktif dalam pembangunan ekonomi nadional melalui pemberdayaan anggotanya dalam bidang kewirausahaan.

"Untuk itu, hadir dalam forum ini para pelaku UMKM, masyarakat perantau Kuningan di Jakarta yang pada umumnya berdagang bubur kacang ijo, rokok, gado-gado, onderdil/komponen kendaraan, dan lainnya yang tersebar di seluruh wilayah DKI, " ungkap H Atang.

Ia menyampaikan, dalam usahanya para pelaku UMKM tersebut menghadapi masalah tekait tempat mereka berjualan, yang seringkali tergusur karena ada penertiban, pelebaran jalan dan sebagainya.

"Untuk itu kami mohon kepada Pemprov DKI memberikan pencerahan dan pengarahan agar mereka bisa berjualan dengan aman dan nyaman, " ujarnya di depan Gubernur
 Anies.

Kemudian, imbuhnya, di lain pihak para pelaku UMKM masyarakat Kuningan yang bergerak pada industri/usaha kecil seperti industri makanan dan minuman, serta lainnya, selalu menghadapi masalah utama, yakni aspek pemasaran. 

"Itulah sebabnya, Siwindu mengusulkan untuk didirikan Kuningan Promotion Cantre di Jakarta dengan maksud agar dapat membantu UMKM Kuningan dalam hal pemasaran, " kata Dia.



Dalam kaitan ini, pihaknya memohon dukungan, baik dari Pemda Kuningan maupun Pemprov DKI agar cita-cita tersebut bisa terlaksana dengan lancar.

"Kami juga telah mendirikan Koperasi Mandiri Paguyuban Kuningan (KOMPAK) yang sampai saat ini sudah beranggotakan 200 orang yang terdiri dari para pedagang BKI, Warmindo, Rokok, gado-gado, dan lainnya," ujarnya.

Melalui peningkatan peran UMKM ini, harapnya, ke depan, masyarakat perantau Kuningan dapat berkontribusi dalam geliat perekonomian baik di Jakarta, maupun di Kuningan, tanah kelahiran mereka.

Menanggapi sambutan Pembina Siwindu, Gubenur DKI Jakarta, Anies Baswedan, memberi arahan perlu adanya kolaborasi antar pemangku kepentingan guna memenuhi apa yang diharapkan.

"Selanjutnya Kami mendukung untuk didirikan Kuningan Promotion Cantre di wilayah DKI Jakarta, " tandas Anies. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.