Revitalisasi Tamkot Bakal Dikupas Tuntas oleh Pemuda Kuningan



KUNINGAN - Rencana pengerjaan Revitalisasi Taman  Kota Kuningan yang dihembuskan Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan jadi bahan sorotan beberapa organisasi kepemudaan (OKP) yang bernaung di dalam Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kuningan.

Setelah muncul dalam beberapa pemberitaan media massa, berbagai tanggapan mengenai rencana revitalisasi kawasan taman kota tersebut, KNPI Kuningan, akan menggelar terbuka diskusi mengupas masalah itu dalam suatu agenda yang bertajuk Pusaka (Pusat Kajian) Pemuda.



Menurut rilis yang kuninganreligi.com terima, acara diskusi itu akan digelar pada Kamis (26/12/2019) malam ini, bertempat di Gelanggang  Pemuda KNPI, Kompleks Taman Kota Kuningan.

Ketua KNPI Kuningan, Masuri, mengatakan gelar Pusaka Pemuda tersebut akan mengusung tema "Revitalisasi Tamkot; Demi Anggaran atau Demi Masa Depan".

"Melalui kegiatan ini diharapkan ada kejelasan informasi secara utuh terkait revitalisasi Tamkot, tidak lagi terjadi simpang siur di kalangan publik bahkan yang sangat memprihatikan di internal eksekutif juga terjadi sedikit perbedaan terkait kebijakan tersebut, "jelasnya Kamis pagi.

Apalagi, imbuhnya, sejauh ini belum ada FGD yg melibatkan publik atau elemen masyarakat yang diinisiasi oleh pemangku kebijakan. Padahal, konon kebijakan tersebut hampir dipastikan terealisasi pembangunannya mulai tahun 2020.

"Katanya (revitalisasi Tamkot-red) menghabiskan anggaran cukup besar, yakni Rp 15 Milyar. Ini sangat disayangkan sekelas kebijakan yang sangat besar tapi nyaris tidak ada sosialisasi yang jelas kepada publik apalagi melibatkan publik dalam setiap proses yg harus dilakukan sebelum rencana kebijakan itu ditetapkan,” ungkap Pria yang biasa dipanggil Gonjes ini.

Sementara, Ketua Panitia Pusaka, Ageng Sutrisno, menguatkan, bahwa diskusi tersebut juga sengaja menghadirkan pemerintah untuk duduk bersama dengan pelbagai kalangan. Agar apa yang selama ini terkesan ditutup-tutupi atau bias dapat clear saat diskusi nanti. 

"Tapi itu juga seandainya pemerintah yang kami undang berkenan hadir, baik itu perwakilan Bupati, Sekda, Kepala DPRPP, maupun Bappeda," ujarnya. 

Hal itu Ia kemukakan, karena pihaknya mendengar  kabar kurang baik, saat mencoba konfirmasi kehadiran pada salah seorang pejabat. Salah Satu instansi, kata dia, merasa belum mendapatkan surat undangan, padahal surat diterima tertanggal 18 Desember 2019. 

"Jangan sampai ada kesan menghindar. Kami sangat mengapresiasi jika pucuk pimpinan (kepala dinas/badan-red) yang hadir untuk duduk bersama demi masyarakat daripada cuti liburan," tukas Ageng.



Untuk diketahui, kegiatan Pusaka Pemuda ini, menurut rencana akan menghadirkan Narasumber: Bupati Kuningan, Ketua DPRD Kuningan, Ketua Komisi III DPRD Kuningan, Sekda Kuningan, Kepala DPRPP, Kepala BAPPEDA.

Dengan para pembicara diskusi, di antaranya Dedi Ahimsa (Aktivis dan Pegiat Sosial), Pandu A Hamzah (Budayawan dan Pemerhati Sosia), Engkos Kosim Abdullah (Alumni KNPI), Asep Z Fauzi (Alumni KNPI), Nanan Abdul Manan (Akademisi), dan Deden Rijalul Umam (Jurnalis).

Peserta diskusi adalah dari kalangan Mahasiswa, Organisasi Kepemudaan, NGO, dan masyarakat umum. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.