"Setuju Perubahan TNGC Jadi Tahura, Tapi..."


KUNINGAN - Beberapa hari ini, para anggota legislatif di Kabupaten Kuningan ramai-ramai memperbincangkan soal peralihan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) menjadi Taman Hutan Raya (Tahura).

Malahan, perbincangan tersebut sudah meningkat  menjadi satu permasalahan yang didiskusikan dalam beberapa rapat anggota DPRD Kuningan, baik di internal fraksi, komisi, maupun di tingkat rapat pimpinan.

Salah seorang Aleg dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Mohamad Apip Firmansyah, Senin (27/01/2020), menerangkan kepada kuninganreligi.com bahwa perubahan status TNGC menjadi Tahura merupakan langkah positif. 



Sekretaris Fraksi PKB ini mengaku siap mendukung dirubahnya status TNGC menjadi Tahura tersebut, seperti yang pernah diungkapkan beberapa angggota legislatif Kuningan lainnya di media massa.

"Pada prinsipnya Saya setuju perubahan TNGC menjadi Tahura. Tapi ada beberapa hal yang harus dilakukan sebelum rencana tersebut diupayakan untuk terealisasi," ungkapnya.

Beberapa hal tersebut, imbuhnya, pertama, adalah harus adanya kesepakatan dan kommitmen bersama dari seluruh stakeholder dan masyarakat untuk mengelola Gunung Ciremai menjadi lebih baik.

"Kedua, harus adanya kajian yang komprehensif dan jelas terkait apa output dan outcome yang akan dikejar dari peralihan fungsi atau status TNGC menjadi Tahura ini,"  jelasnya.

Kajian tersebut, lanjutnya, harus benar-benar jelas termasuk bagaimana rencana strategis yang akan dilaksanakan setelah adanya perubahan status TNGC menjadi Tahura itu.

"Jadi, tidak hanya disodorkan melulu soal keuntungan bagi rakyat. Tapi apa kongkritnya apa yang akan dibuat. Jangan sampai kita menerima investasi, tapi pada kenyataannya, rakyat tidak menikmati hasilnya," papar politisi muda berkacamata ini.



Kajian tersebut, kata Apip bisa dari kajian bersama antara para pimpinan fraksi di DPRD, juga antara eksekutif dan legislatif.

"Sekali lagi, ini harus ada kejelasan. Tentang  potensi apa yang ada, dan apa yang akan dikembangkan. Juga soal adanya kejelasan soal lahan garapan yang masuk wilayah Tahura, apakah bisa dimanfaatkan oleh warga atau tidak," lanjutnya.

Apip juga menjelaskan perubahan TN menjadi Tahura tidak mustahil dilaksanakan. Karena sudah ada beberapa wilayah di Indonesia yang sudah melakukan itu. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.