Dikunjungi Anggota Dewan, Bayi Penderita Hidrosefalus Ingin Sembuh


KUNINGAN - Pasangan suami istri, Dedi dan Kecih Sukaesih, warga Kampung Tugu, Desa Tugumulya, Kecamatan Darma, mengaku hanya bisa pasrah melihat kondisi kesehatan anak bungsunya, Husna Kamila (21 bulan), yang mengalami penyakit pembesaran di bagian kepala karena penumpukkan cairan di rongga otaknya (hidrosefalus).

Ungkapan kepasrahan terlihat dari raut wajah Kecih, saat kuninganreligi.com menyambangi rumahnya, pada Rabu (18/03/2020) sore, bersama salah seorang Anggota DPRD Kuningan dari Fraksi PKB, Susanto. 



Aleg nyentrik dari Dapil V Kuningan ini mengaku baru mengetahui adanya warga di dapilnya yang mengalami kondisi kesehatan yang sangat butuh bantuan uluran tangan, dari pemberitaan media.

"Saya baru tahu ada keluarga di dapil saya yang memang butuh uluran tangan. Makanya, saya diutus oleh Ketua DPC PKB Kuningan, Pak H Ujang agar melihat kondisi keluarga Ibu Kecih ini ke rumahnya," ujar Susanto di sela kunjungannya.

Ketika dijenguk anggota dewan ini, Kecih mengatakan, penyakit Hidrosefalus yang di derita anak bungsunya diketahuinya sejak usia tujuh bulan di dalam kandungan. Ketika di USG, Ia mengetahui ada kelainan tersebut dialami anaknya.

Sejak saat lahiran melalui operasi Caesar, Ia dan suami selalu berupaya melakukan penyembuhan untuk bayinya. Berbagai konsultasi kesehatan dan pengobatan pun sering dilakukannya.

Hingga usia 21 bulan, Kecih mengaku sudah melakukan operasi kepala Husna sebanyak dua kali. Untuk operasi pertama, katanya, berjalan dengan lancar dan cairan dari kepala Husna terus berkurang.

"Hanya waktu akan operasi kedua, kami agak terlambat waktunya, sehingga kata dokter, mereka tidak bisa membentuk kepala anak saya seperti bayi normal lainnya. Ya akhirnya Saya pasrah saja seperti itu, " ungkap Kecih.

Meski begitu, Ia bersyukur cairan di kepala anaknya saat ini sudah tidak ada, hanya saja, selang bekas operasi masih perlu dikeluarkan karena tidak bisa mengikuti pertumbuhan anaknya,

"Yang jadi kendala adalah biaya ketika check up dan rawat jalan, karena sekali berangkat saja kami harus mengeluarkan biaya sekira Rp 500 ribu," keluh Kecih didampingi ayah dan kakak iparnya.

Kecih menyebutkan, untuk  perawatan dan penanganan penyakit hidrosefalus anaknya, Ia selalu memeriksakan di RS Gunung Jati Cirebon. karena di RS tersebut telah memiliki alat dan tenaga medis yang memadai.

Biaya perawatan kesehatan anaknya dikeluhkan Kecih, karena pendapatan suaminya, yang hanya seorang office boy, tentu tidak cukup untuk biaya rutin pengobatan anaknya dan kebutuhan hidup sehari-hari.


"Kalau terasa mungkin sakit, Dede (Husna,red) suka tak mau diam," ujar Kecih seraya menambahkan, bahwa tak ada bisa orang lain, untuk menggantikan dirinya saat menggendong Husna.



Kecih banyak berharap dan mohon kepada dermawan untuk senantiasa meringkan beban hidup yang saat ini tengah dirasakan. 

Ia mengaku, bahwa pernah datang menjenguk anaknya, Ibu Ketua PKK Kabupaten Kuningan, yang juga istri Bupati Kuningan. Namun Ia tak berbicara banyak, seperti apa bantuan yang diterimanya dari rombongan ibu-ibu PKK tersebut.

Sementara, Anggota Fraksi PKB DPRD Kuningan, Susanto mengatakan, kehadirannya di rumah keluarga Kecih hanyalah bentuk tanggungjawab dirinya sebagai perwakilan dari rakyat yang semestinya memberi pertolongan pada warga, apalagi ini di Dapilnya sendiri.

"Kami hanya ingin membantu meringankan beban keluarga Ibu Kecih ini, sebagai bukti negara hadir di tengah warganya yang membutuhkan, " kata Susanto.

Ia berjanji akan terus mengawal dan memantau kondisi kesehatan Husna, semoga saja ada kesembuhan di kemudian hari.



"Nanti kalau Ibu mau kontrol, hubungi Saya saja, nanti Insya Allah Saya antar dan bantu, " ujar Susanto kepada Kecih sembari menyerahkan bantuan susu dan peralatan bayi.

Susanto berpendapat, siapapun warganya, bilamana membutuhkan bantuan harus mendapat perhatian dari pemerintah. 

"Semoga De husna cepat sembuh kembali, Insya Alloh Kami akan kawal pengobatannya, " tukas politisi PKB ini.
 (Nars)

No comments

Powered by Blogger.