Negara Darurat Corona, Omzet Usaha Resto, Cafe dan Hunian Terjun Bebas


KUNINGAN - Dampak adanya himbauan dari pemerintah kepada masyarakat untuk menghindari kerumunan dan keramaian akibat meluasnya pandemi Corona,  dirasakan para pelaku usaha, terutama pemilik penginapan dan hotel di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Seperti yang diungkapkan Eka Febrian Nugraha,  General Manager Villa Kampung Gunung Kuningan,  pada Selasa (17/03/2020) disela istirahatnya di Cafe Agra Station.  Eka mengatakan, sejak diumumkannya ada WNI yang terpapar Covid-19 oleh Presiden,  usaha penginapan yang dikelolanya mengalami penurunan omzet. 



"Pada awal Maret ini,  bahkan bisa dibilang zero penghuni.  Tapi di pekan kedua masih ada, hanya saja tetap omzet hilang sekira 60 persen dari biasanya, " ujar pengusaha muda Kuningan ini. 

Penurunan omzet tersebut diakuinya sangat berpengaruh terhadap jalannya usaha hunian yang dilakoninya. Betapa tidak,  besar atau kecilnya omzet,  tetap saja,  sebagai pihak yang bertanggungjawab atas jalannya usaha,  Ia harus memenuhi kewajibannya untuk menggaji karyawan. 

"Kami punya puluhan karyawan yang harus digaji,  dan biaya operasional lainnya. Tentu sangat terpukul dari adanya ramai pandemi Corona ini yang mengakibatkan sepinya usaha, " kata Eka. 

Terpisah, seorang juru masak di Agra Station,  Bambang,  juga mengaku mengalami hal yang sama terkait omzet usaha setelah marak himbauan larangan adanya keramaian dan kerumunan warga untuk menghindari penyebaran Covid-19.

"Iya,  sama Kami juga Kang,  omzet harian rata-rata menurun. Paling yang kami andalkan saat ini adalah pemasukan via pesanan makanan melalui aplikasi online, " sebutnya. 

Sebelumnya,  Pemkab Kuningan mengeluarkan keterangan pers terkait kewaspadaan untuk menghindari penyebaran Corona di Kuningan. Selain merumahkan siswa sekolah selama 14 hari,  pemerintah juga menutup tempat wisata milik pemda dan tempat-tempat fasilitas umum seperti GOR,  Gedung Pertemuan dan Rapat. 



Selain itu,  kegiatan baik yang dilaksanakan oleh perorangan maupun pemerintahan yang melibatkan banyak orang,  untuk sementara waktu tidak diperkenankan. Bahkan,  agenda Hari Bebas Kendaraan (Car Free Day/CFD) juga telah resmi dihentikan untuk jangka waktu yang tidak ditentukan. 

" Musrembang tingkat Kabupaten, agenda terakhir yang bersifat berkumpul dengan banyak orang. Untuk seluruh warga Kabupaten Kuningan,  jagalah diri kita dan juga keluarga kita dari Covid-19.  Ikutilah seluruh anjuran pemerintah, dan terus berdoa kepada Allah SWT agar kita semua di beri kekuatan, " kata Wabup Kuningan, M Ridho Suganda dalam postingan di akun media sosial miliknya.  (Nars)

No comments

Powered by Blogger.