Pasien Warga Kuningan Meninggal di RSCM, Belum Dipastikan Akibat Positif Covid-19


KUNINGAN - Berita terkait adanya titik merah muda dalam peta sebaran Corona di wilayah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat,   pada Aplikasi Pikobar akhirnya ditanggapi Plt Kadinkes Kuningan, Susi Lusiyanti, pada Sabtu (21/03/2020) sore. 

Dijelaskannya,  pasien dengan tanda pengenal KTP Kabupaten Kuningan Jawa Barat yang meninggal di RSCM Jakarta,  hingga Sabtu sore belum dipastikan positif Corona. 

Melalui sambungan telepon kepada media,  Susi menjelaskan,   pasien tersebut berusia 17 tahun,  yang merupakan warga Kuningan. Ia sudah lama menderita sakit dengan riwayat penyakit intraabdominal nass,  atau diduga tumor. 

"Selama seminggu,  Ia sempat dirawat di RS Gunung Jati Cirebon,  dengan diagnosa penyakit tersebut. Karena belum ada perkembangan kesehatan,  Ia dirujuk ke RSCM Jakarta, " terangnya. 

Kemudian,  imbuh Susi,  di RSCM Jakarta, pasien dengan inisial K itu,  sempat dirawat dua hari, yang kemudian dinyatakan meninggal dunia di sana. 

Meninggalnya pasien ini diduga menjadi salah satu alasan terdapatnya titik merah muda pada peta sebaran Corona di Kuningan dalam Aplikasi Pikobar yang dirilis Crisis Center Penanganan Corona Provinsi Jawa Barat.

"Tapi hingga saat ini kami belum mendapat kepastian dari pusat informasi penanganan Corona RI terkait positif atau tidaknya yang bersangkutan terpapar Covid-19, " kata Susi. 

Sementara,  sebelumnya,  Bupati Kuningan,  H Acep Purnama,  membenarkan bahwa ada warga Kuningan yang meninggal di RSCM Jakarta. Namun bupati juga mengaku masih menunggu informasi yang valid terkait apakah meninggalnya warga tersebut,  karena Corona atau bukan. 

"Yang jelas saat dirawat Ia menderita tumor, " kata Bupati. 

Informasi meninggalnya warga Kuningan di RSCM ini diperoleh setelah pihak Crisis Center Percepatan Penanganan Corona Kabupaten Kuningan menelusuri adanya titik merah muda pada peta sebaran Corona di Kuningan dalam Peta Aplikasi Pikobar. 

Dalam keterangan peta tersebut,  warna merah muda diartikan sebagai adanya positif Corona yang meninggal dunia. Tapi dari Crisis Center Penanganan Corona Kabupaten Kuningan, mengaku tidak pernah menginput data tersebut ke Aplikasi Pikobar Jawa Barat. 

No comments

Powered by Blogger.