Ads Top

Bikin Terenyuh, Pose Istirahat Dua Perawat di Instalasi Insfeksi RSUD'45 Saat Penanganan Covid-19


KUNINGAN - Sebuah foto yang beredar di media sosial memperlihatkan dua tenaga medis berpakaian hazmat lengkap yang sedang beristirahat di sela tugas penanganan Covid-19 berhasil menyedot empati netizen. 

Dalam foto tersebut,  terlihat kedua perawat itu dalam kondisi lelah. Seorang perawat nampak duduk lemas di lantai dan bersender di dinding.  Sementara perawat yang satunya,  tergolek, sama lemasnya,  seperti tertidur di lantai. Keduanya nampak kelelahan. 



Yang semakin membuat terenyuh adalah caption atau tulisan yang menyertai foto itu menuliskan "saat oksigen minim karena masker dan tindakan belum selesai, cara terbaik adalah rest beberapa saat dengan masing2"

Setelah dicari informasinya,  ternyata kedua perawat itu adalah Nurman Purnama dan Dudy, yang bertugas di Instalasi Insfeksi RSUD'45 Kuningan yang khusus digunakan sebagai RS penanganan pasien Covid-19 di Kabupaten Kuningan.

"Iya,  betul,  itu foto saya dan rekan saya saat beristirahat, " ungkap Nurman kepada media. 



Foto tersebut,  imbuhnya,  diambil saat mengambil waktu untuk sekadar menghirup udara di sela melakukan perawatan pasien Covid-19 di salah satu ruang isolasi.

"Memakai APD atau hazmat memang protokol yang harus dilakukan,  selain lelah tentunya pengap dan panas, " ujarnya. 

Apalagi,  APD yang dikenakan,  kata Nurman,  itu ada dua rangkap bahkan bisa lebih. Saat melakukan tugas merawat pasien Covid-19, semua harus dipakai,  termasuk masker,  hazmat dan sepatu khusus yang berlapis-lapis.

"Iya bisa dibayangkan,  semuanya dipakai rangkap dua,  dan berada di ruangan tidak ber-AC,  itulah kondisinya dan berlangsung beberapa jam di sana,  " sebutnya. 

Siapapun yang bertugas dengan hazmat lengkap dalam masa perawatan pasien Covid-19, tentu akan merasakan kelelahan yang sama seperti mereka. 

Untuk mengurangi rasa lelah,  panas dan pengap,  Nurman menuturkan,  ada trik khusus yakni mengurangi banyak gerak dan memperhatikan efektivitas dan efisiensi kerja.

"Contohnya saja, tidak banyak berjalan-jalan agar tidak cepat capek.  Dan mengatur helaan nafas,  " kata dia lagi. 

Terkait tidak disediakannya penyejuk ruangan (AC) di ruang perawatan, dijelaskannya, hal itu memang disengaja,  agar udara tidak lembab

"Di udara panas,  virus akan cepat mati dan tidak berkembang,  " tutur dia. 



Terkait tersebarnya foto itu di media sosial, Nurman mengatakan,  tidak mempermasalahkannya.  Ia menyebut, tersebarnya foto,  bisa menjadi bahan sosialisasi pada masyarakat bahwa perawatan pasien Covid-19 seperti itu adanya,  sehingga masyarakat perlu jauhi hal-hal yang menambah tersebarnya virus corona.

Bekerja sebagai perawat,  apalagi di saat pandemi Covid-19 ini,  dihadapi Nurman sebagai salah satu bentuk tanggungjawab profesi yang dipilihnya. 

"Ini sudah tugas kami,  disamping itu semoga jadi kebaikan dan ladang ibadah kami, " tukasnya. (Nars)
Diberdayakan oleh Blogger.