Update Terbaru: Sindangagung Miliki Jumlah Pemudik Terbanyak, Lampaui Kecamatan Ciawigebang



KUNINGAN - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kuningan terus memantau kedatangan pemudik di enam titik perbatasan untuk mengetahui sebaran pemudik yang kebanyakan datang dari kota-kota zona merah seperti Jabodetabek.

Dampak diterapkannya PSBB di kota-kota lain, hingga hari ini masih terdata dari tiap posko pemantauan di tiap kecamatan, jumlah pemudik yang tiba di Kabupaten Kuningan masih ada penambahan.


Akun Media Sosial Crisis Center Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kuningan, Rabu (29/04) kemarin, merilis data terbaru, jumlah pemudik yang tiba di Kabupaten Kuningan yang tersebar di 32 kecamatan.

Dari data terbaru itu, nampak dominasi pemudik, yang semula Kecamatan Ciawigebang berada di urutan teratas, "tersalip" oleh Kecamatan Sidangagung dengan jumlah pemudik sebanyak 3.625 orang.

Selain Kecamatan Sindangagung, nama kecamatan dengan urutan 10 terbesar jumlah pemudiknya adalah Kecamatan Ciawigebang (3.548 orang), Kecamatan Maleber (2.921 orang), Kecamatan Ciwaru (2.637 orang), Kecamatan Cipicung (2,501 orang), Kecamatan Cibingbin (2.472 orang), Kecamatan Kadugede (2.339 orang), Kecamatan Darma (2,132 orang) dan Kecamatan Ciniru (2.039 orang).

Sebelumnya, Kalak BPBD Kuningan, yang juga sebagai petugas Crisis Center Penanganan Covid-19 Kabupaten Kuningan mengatakan, salah satu kriteria wilayah yang akan diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Kuningan adalah wilayah yang memiliki jumlah pemudik tinggi. 


"Selain itu penerapan wilayah yang akan diterapkan PSBB dilihat dari tingginya aktivitas masyarakat seperti di pasar-pasar tradisional. Kriteria lainnya adalah tingkat sebaran kasus Covid-19 seperti ODP, PDP dan angka positif corona, daerah yang tinggi kasusnya kemungkinan akan diterapkan PSBB, namun semuanya masih dalam proses pengkajian dan akan ada sosialisasi lebih dulu, " paparnya, (Nars)

Berikut data lengkap jumlah pemudik dari masing-masing kecamatan (sumber: Crisis Center Covid-19 Kuningan) :


No comments

Powered by Blogger.