Longsor Kamis Sore, 37 Kepala Keluarga Diungsikan


KUNINGAN - Meski mendekati musim kemarau, namun di beberapa daerah di Kabupaten Kuningan masih mengalami hujan, terutama terjadi di sore hingga malam hari. Seperti yang terjadi di tiga kecamatan di Kabupaten Kuningan, hujan deras berlangsung pada Kamis (18/06/2020) sore hingga malam hari.

Hujan deras yang berlangsung dalam waktu lama itu,  ternyata menimbulkan musibah longsor di tiga kecamatan tersebut. Adapun tiga kecamatan yang mengalami bencana longsor adalah Kecamatan Subang,  Cilebak dan Japara.

Kepada kuninganreligi.com, Jum'at (19/06/2020) pagi,  Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuningan,  Agus Mauludin, membenarkan bahwa telah terjadi bencana alam di tiga kecamatan tersebut.

"Iya,  di Kecamatan Subang ada dua desa yang terdampak,  yakni Desa Pamulihan, Tangkolo. Sementara di Kecamatan Cilebak,  Desa Mandapajaya juga terdampak,  " ungkap Agus yang hari ini melakukan asessment ke lokasi.

Untuk Desa Pamulihan,  longsor menyebabkan jalan penghubung Desa Pamulihan dan Mandapajaya tertutup aksesnya oleh material longsoran. Tepatnya di Blok Cisubang Desa Pamulihan,  material longsoran menutupi jalan sepanjang 20 meter, setinggi 2 meter.

"Selian itu,  pagar SMPN 2 Subang pun roboh karena longsor, " imbuh Agus.

Sementara,  di Desa Mandapajaya,  longsor mengakibatkan bahu jalan penghubung dengan Desa Pamulihan amblas.

"Untuk menghindari bahaya longsor susulan,  sejumlah 37 kepala keluarga di 4 RT,  Dusun Manis diungsikan ke lokasi yang lebih aman,  " kata Agus.

Selain itu, di Desa Tangkolo,  longsor terjadi pada TPT bahu jalan di Dusun Bangunsari sepanjang 20 meter. Hingga pukul 22:42 WIB,  hujan masih berlangsung dan aliran listrik PLN terputus.

Terpisah,  di wilayah Kecamatan Japara,  juga terjadi bencana longsor yang mengakibatkan TPT ruas jalan penghubung Desa Cengal dan Desa Cikeleng ambruk sepanjang 50 meter dengan tinggi 10 meter.

"Upaya sementara,  warga setempat sudah melakukan evakuasi material longsoran. Akan ditindaklanjuti ke dinas terkait untuk penanganannya,  " ujar Agus. (Nars) 

No comments

Powered by Blogger.