Paguyuban Sopir Dump Truk Kuningan Sebut Bantuan 260 Sembako Hoax


KUNINGAN - Pernyataan Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdi, dalam pemberitaan bantuan sembako bagi 260 orang sopir dump truk telah disalurkan, disanggah langsung oleh Ketua Paguyuban Sopir Dump Truk (PSDT) Kuningan, Anang bersama rekan-rekannya. 

Kepada kuninganreligi.com, Sabtu (20/06/2020), bertempat di Pangkalan Dump Truk, Jl A Yani Kuningan,  Anang mengungkapkan, bantuan sembako yang digadang-gadang oleh Ketua DPRD sebanyak 260 paket untuk para sopir dump truk adalah hoax. 



"Saya terkejut baca berita di media kemarin,  yang katanya 260 paket disalurkan, boro-boro, yang kami usulkan sebanyak 116 paket aja belum turun,  " ketus Anang.

Videonya bisa diklik di bawah ini:


Ia menjelaskan, koar-koar Ketua DPRD Kuningan yang mengatakan telah menyalurkan bantuan bagi 260 sopir hanyalah isapan jempol, dan malah semakin menambah beban buat dirinya yang ditekan para sopir. Karena mereka menyangka,  bantuan itu benar-benar sudah disalurkan. 

"Saya malah jadi sasaran para sopir yang menyangka bantuan itu benar sudah disalurkan. Saya pusing jadinya, saya tidak terima, " kata Dia. 

Kemudian, terkait surat ucapan terima kasih yang dilayangkannya kepada Ketua DPRD, Anang menyebut surat itu awalnya diminta oleh Nuzul Rachdi sendiri. Melalui pesan WA,  Zul,  sapaannya, memintanya agar membuat surat ucapan terima kasih itu atas nama PSDT,  dan agar disampaikan kepada pihak DPRD.

"Pembuatan surat itu Dia sendiri yang minta,  kami sepertinya hanya dijebak dan dijadikan alat pencitraan. Kata-katanya pun Dia yang bikin,  Kami hanya disuruh membuat dan mengirimkan ke DPRD,  " tandas Anang. 

Saat surat ucapan terima kasih tersebut tiba-tiba dipublish jadi bahan berita,  Anang dan rekan-rekannya merasa tidak terima. Mereka tidak mau jika komunitas paguyuban "dibawa-bawa" ke ranah politik. 

"Biar saja urusan isu makan sate jadi urusan mereka. Juga yang katanya ada oknum dewan,  itu biar jadi urusan mereka juga. Jangan bawa-bawa komunitas kami,  kami hanya ingin tenang mencari nafkah untuk keluarga, " tegasnya. 

Ke depan,  dengan adanya "kekisruhan" ini,  Anang dan rekan-rekannya, mengaku tidak akan menerima bantuan sembako yang diusulkan. 

"Dengan adanya kejadian ini,  kami jadi tidak ingin menerima bantuan itu. Karena kami hanya jadi obyek politik saja kalau seperti itu kenyataannya, " tukas Anang diamini rekan-rekannya. 

Terpisah,  Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdi, saat ditanya terkait surat ucapan terima kasih dari PSDT Kuningan yang disebut-sebut dibuat dalam tekanan pihaknya,  Ia menanggapi datar. 

"Silakan tanya saja pada mereka, " ujarnya singkat. 

Sebelumnya diberitakan, sejumlah 260 sopir dump truk di Kabupaten Kuningan mendapat pembagian paket sembako yang difasilitasi oleh Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdi. Hal itu disampaikan sendiri oleh Zul,  sapaannya,  saat ditemui kuninganreligi.com, Jum'at (19/06/2020), di ruang kerjanya.



Seraya menunjukkan surat ucapan terima kasih dari Paguyuban Sopir Dump Truk Kuningan lengkap dengan kop surat dan stempel,  Zul mengatakan bahwa ucapan mereka (para sopir dump truk-red) sangat tulus. 

Selain mengucapkan terima kasih atas bantuan sembako,  para sopir tersebut juga mengaku terbantu saat pihak DPRD memfasilitasi mereka pada audiensi soal kenaikan harga pasir bersama pihak pengusaha galian, beberapa waktu lalu. (Nars) 

No comments

Powered by Blogger.