Ditanam WBP, Lapas Kelas IIA Kuningan Panen 18 Ton Sayuran Kol


KUNINGAN - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan terus melakukan pembinaan pada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) agar mereka bisa memiliki keahlian dan keterampilan, sehingga  saat mereka bebas kembali ke lingkungan masyarakat, bisa memiliki usaha sendiri untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya.

Pembinaan yang diberikan Lapas Kelas IIA Kuningan salah satunya dalam bentuk kegiatan di bidang pertanian. Dengan memanfaatkan lahan seluas 3000 meter persegi, WBP diberikan pengetahuan dan keahlian di bidang cocok tanam sayuran.



Upaya yang dilakukan selama ini, akhirnya bisa membuahkan hasil. Bertempat di Open Camp Lokasi Pembinaan WBP Palutungan Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Selasa (28/07/2020) pagi, jajaran pejabat Lapas IIA Kuningan melakukan panen raya sayuran jenis Kol bersama para Warga Binaan.

Hadir dalam panen raya kol tersebut, Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Gumilar Budi Rahayu, perwakilan dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan.

Kepada media, Kalapas Gumilar mengaku gembira telah melihat keberhasilan para WBP yang dibina pihaknya telah berhasil menunjukkan kemampuan mereka dalam bertani sayuran. 

"Kita memanfaatkan lahan kosong seluas 3000 meter persegi. Lahan ini biasanya kita tanami untuk pakan sapi yang kita ternakkan. Berhubung saat ini sedang tidak ada sapinya, kita tanami kol sejumlah 9 ribu tanaman, " papar Gumilar.

Dari hasil panen yang dilakukan pihaknya hari ini, ada sekira 18 ton sayuran kol, jika diasumsikan rata-rata satu tanaman menghasilkan 2 kg kol.

"Dari 9 ribu bibit kol itu, tumbuh semua dan bisa dipanen, " ujarnya.

Hanya saja, penantian selama 3 bulan menanam kol ini, tidak bisa maksimal memuaskan. Pasalnya, pada saat menanam, harga kol sedang tinggi, yakni sekira Rp 5 - 6 ribu/kg. Namun pada saat panen, harganya terjun bebas jadi hanya Rp 1 ribu /kg.

" Bisa dibayangkan jika hal ini menimpa para petani sebenarnya. Di saat panen ternyata hasilnya jauh dari harapan bahkan tidak bisa mengganti modal awal mereka saat menanam dan merawat, " kata Gumilar.

Namun bagi pihaknya, mengetahui WBP binaannya berhasil menanam kol dengan sukses saja sudah merupakan bentuk keberhasilan pembinaan yang dilakukan.

Meski begitu, Gumilar tetap berharap pada dinas terkait agar melakukan upaya sehingga harga komoditi pertanian di Kuningan bisa stabil.

"Keberhasilan pertanian di Kuningan kan berarti juga meningkatkan ketahanan pangan warganya, " pungkas Gumilar.

Untuk diketahui, benih Sayuran Kol yang ditanam WBP Lapas Kelas IIA Kuningan ini didatangkan dari Kabupaten Banyumas Jawa Tengah. Cara menanamnya pun sengaja tidak begitu banyak menghilangkan rumput yang tumbuh di sekelilingnya. 



Karena penyakit sayuran kol adalah adanya ulat. Jika rumput di sekeliling tanaman masih ada yang dibiarkan tumbuh, maka ulat tersebut tidak akan banyak memangsa bunga kol yang sedang mekar. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.