Efektivitas Program Pemulihan Ekonomi untuk UMKM di Masa Pandemi, Dipertanyakan


KUNINGAN – Dampak pandemi Covid-19 dirasakan oleh hampir seluruh sektor usaha,  khususnya oleh para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di masyarakat. Guna memulihkan kembali sektor ekonomi ini, pemerintah diharapkan mengeluarkan kebijakan yang konkret dan tepat sasaran. 

Hal itu diungkapkan Anggota DPRD Kuningan dari Fraksi Gerindra Bintang, Julkarnaen, saat menanggapi keluhan warga Kelurahan Winduhaji,  Kecamatan Kuningan,  dalam kegiatan reses caturwulan 3 tahun sidang 2019/2020 yang digelarnya.



Selain di Kelurahan Winduhaji, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi 2 DPRD Kuningan ini,  juga melaksanakan reses di Kelurahan Purwawinangun, dan Desa Rambatan.

"Sebelum menerbitkan kebijakan pemulihan sektor ekonomi itu, pemerintah harus lebih dulu melakukan penanganan Covid-19 secara tepat dan komprehensif di semua lini,  " ujarnya. 

Jul,  sapaannya,  mendorong adanya langkah konkret dari pemerintah Kabupaten Kuningan, agar pelaku UMKM itu dapat kembali bangkit dalam usahanya. 

Menurutnya, dalam reses yang dilakukannya, hampir setiap warga yang ditemuinya mengeluhkan sarana dan prasarana umum seperti jalan rusak, penerangan jalan umum hinggan keluh-kesah para pelaku UMKM. 

“Saya ini di Komisi II DPRD Kuningan, memang bersentuhan langsung dengan soal-soal perekonomian. Khususnya tentang ekonomi di level UMKM,” sebutnya. 

Jul menuturkan, dampak pandemi Covid-19 ini berbeda dengan dampak yang timbul saat krisis ekonomi pada tahun 1998 silam. 

"Saat krisis moneter tahun 1998 terjadi, justru yang terkena langsung adalah para pemilik modal besar. Namun kondisi akibat COVID-19 ini lebih mengkhawatirkan karena semua lapisan masyarakat ikut terdampak, " kata Dia. 

Pandemi Covid-19, imbuhnya, lebih menggerus sektor ekonomi masyarakat karena dampaknya langsung menyasar pelaku usaha kelas kecil dan menengah.

“Nah sekarang muncul pertanyaan, bagaimana kemudian menstimulan para pelaku usaha agar persoalan tidak berkepanjangan. Artinya, apa sih yang bisa dilakukan pemerintah pusat ataupun daerah untuk membangkitkan kembali ekonomi yang terpuruk akibat COVID-19,” ucapnya.

Dia pun tidak menutupi jika selama ini sudah ada langkah-langkah pemerintah untuk mendorong dan membangkitkan kembali ekonomi pelaku UMKM. Namun, Dia masih menyangsikan efektivitas program tersebut seperti apa. 

"Ya memang sudah ada, pemerintah sudah menganggarkan untuk menstimulan perekonomian, langkah awal seperti relaksasi terhadap kewajiban pembayaran kredit, itu kan langkah,” ujarnya.

Namun sejauh mana efektivitas dan bertahan berapa lama. Dirinya, lagi-lagi belum yakin itu menjadi solusi tepat.

Para pelaku UMKM, khususnya para penjual makanan, masih kata Zul,  di masa pandemi Covid-19 ini hanya bisa berharap ada tindak lanjut dari program yang digulirkan pemerintah. 


"Tanpa disuruh berdiam di rumah pun mereka selama ini hanya bisa diam di rumah,  karena belum bisa maksimal untuk berjualan di jalanan. Sementara tuntutan biaya hidup sehari-hari mereka juga perlu dipikirkan, apakah melalui program stimulan, permodalan, edukasi pengembangan usaha atau apa? " tukas Jul. (Nars) 

No comments

Powered by Blogger.