Hari Bhayangkara Ke 74 dan Suka Duka Jadi Seorang Polisi


KUNINGAN - Kepolisian Republik Indonesia sedang berulang tahun,  Rabu (01/07/2020) ini,  Korps Bhayangkara itu sudah berusia 74 tahun. 

Bagi Purnama,  seorang purnawirawan polisi yang mengaku menjadi anggota Polri di dua jaman,  yakni jaman Orde Baru dan Reformasi,  melihat di Peringatan Hari Bhayangkara ke 74 ini, sudah banyak perubahan yang dimiliki kepolisian.

"Saya jadi polisi di dua jaman,  selama itu Saya lihat pemerintah memperhatikan perbaikan fasilitas bagi lembaga kepolisian, " ungkap pria yang kini telah menjadi Anggota DPRD Kuningan dari Fraksi PDIP ini. 



Ia mengatakan,  saat ini bagi seorang polisi dalam bekerja sudah tidak perlu memikirkan lagi biaya,  karena sudah cukup diberikan oleh negara. 

"Maka berbahagialah bagi para penerus Saya yang ada di kepolisian, juga bagi rekan-rekan Saya yang masih bertugas.  Terus tingkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan baik,  " ujarnya. 

Ketika ditanya suka-duka saat bertuhas di kepolisian, Purnama menyebut banyak duka daripada sukanya. Karena menurutnya tugas polisi itu tidak menyenangkan, karena menyangkut kemerdekaan orang. 

"Orang itu kan maunya bebas,  naik motor tidak pakai helm tak punya SIM bebas. Karena kebanyakan mereka belum faham,  jadi polisi itu tidak menyenangkan di situ,  " katanya.

Sebaliknya, imbuh Pria yang berpangkat Ajun Komisaris Polisi,  saat pensiun dari kepolisian ini,  jika didukung oleh kesadaran masyarakat yang tinggi, tugas polisi itu ringan. Karena keamanan itu bukan tugas polisi saja,  tapi keamanan itu menjadi kebutuhan bersama. 

"Coba,  mana bisa membangun, jika tidak ada keamanan di masyarakat. Menurut Saya,  keamanan itu syarat utama dalam membangun,  " imbuhnya. 

Sukanya jadi polisi, dikatakan Purnama,  adalah saat dirinya merasa telah bisa berbakti pada bangsa dan negara ini dalam jalur yang benar. 

Ia menyebutkan, dirinya menjadi anggota kepolisian pada tahun 1982, pertama bertugas di Polres Sumedang,  kemudian jadi intelijen di Polda Jabar dan pindah ke Polwil Cirebom. 

"Lalu saya pindah ke Polresta Cirebon,  Polres Kuningan, Polres Majalengka dan terakhir kembali ke Kuningan lagi,  " kenang mantan Kapolsek Ciniru,  Polres Kuningan ini. 

Sebagai seorang manusia biasa,  saat bertugas, rasa takut itu ada,  tapi menurutnya,  polisi itu tidak dididik untuk ketakutan, dan dibekali keahlian serta dipersenjatai. 

 "Sekarang Saya sudah lepas dari kode etik kepolisian, namun justru saat ini saya llebih leluasa untuk memberikan pengabdian ppada masyarakat Jika dulu sebagai alat negara,  sekarang sebagai wakil rakyat,  " tukasnya. 

Untuk diketahui,  suasana Peringatan Hari Bhayangkara ke 74 di Kabupaten Kuningan dilaksanakan di Aula Wira Satya Pradhana,  Mapolres Kuningan, pada Rabu (01/07/2020).
Hadir dalam agenda syukuran itu jajaran Forkopimda Kuningan.

Kapolres Kuningan, AKBP Lukman Syafri Dandel Malik, mengungkapkan rasa syukur atas peringatan yang masih bisa terlaksana di tengah pandemi Covid-19 ini 



"Ini menjadi suatu renungan yang dapat menumbuhkan semangat baru dan profesionalisme. Kami siap mengamankan kebijakan pemerintah dan siap bersinergi dengan seluruh stakeholder yang ada di Kabupaten Kuningan, " kata Kapolres.

Pihaknya berharap sinergitas antara kepolisian dan masyarakat juga pemerintah daerah bisa terus dibumikan dan menjadi pondasi berjalannya pembangunan di masyarakat. (Nars) 

No comments

Powered by Blogger.