Jalan Berlubang Banyak Ditambal, untuk Sementara atau Jangka Panjang?


KUNINGAN - Optimalisasi penggunaan anggaran pemeliharaan jalan di Kabupaten Kuningan dikritisi warga. Meski dinas terkait di Pemkab Kuningan telah melakukan penambalan jalan yang berlubang di beberapa tempat, namun upaya tersebut dinilai tidak maksimal, dan masih menyisakan masalah di kemudian hari.

Jahid (27 tahun), pemuda asal Kelurahan Awirarangan, Kecamatan Kuningan, mengungkapkan keluhannya pada media, pada Kamis (23/07), di rumahnya.



"Tujuannya kan untuk pemeliharaan jalan, bukannya penambalan. Pemeliharaan itu tentunya harus bisa optimal mengembalikan kondisi jalan jadi mulus lagi, " tuturnya.

Pemeliharaan jalan itu juga ditujukan untuk mengantisipasi kecelakaan lalu lintas, akibat kontur permukaan jalan yang bergelombang dan berlubang.


"ini mah ditambal, tapi bekas tambalannya malah menimbulkan masalah baru, karena permukaan tambalan yang lebih tinggi dari aspal sebelumnya, tambah garinjul (bergelombang), " ketusnya.

Seperti di jalan Baru Awirarangan-Windusengkahan, ujarnya,. jalan tersebut sering kali ditambal, padahal proses pengerjaannya sekitar dari tahun 2013 sampai sekarang selalu ditambal ketika banyaknya jalan yang berlubang. 

"Jangan sampai sifatnya hanya sementara saja, tapi kualitas penambalan pun harus diutamakan agar bisa awet, dan tidak menghamburkan APBD, " harapnya.

Selain di jalan baru Awirarangan-Windusengkahan, Jahid pun mencontohkan jalan-jalan di wilayah perdesaan. Seperti jalan Sindangsari, Jalan Kedungarum, Jalan Lengkong - Tambakbaya, dan Jalan dekat BTN Cigugur, dirinya melihat hanya ada upaya  penambalan jalan berlubang saja, tanpa ada upaya memperbaiki apa yang menyebabkan jalan itu selalu berlubang.

"Tentunya, hal ini juga yang perlu diperhatikan dari sisi kualitas dan kuantitasnya. Karena, keutamaan keselamatan pengendara selain berhati-hati juga kondisi jalan harus mulus," jelasnya. 

Pemprov Jabar, diterangkan Jahid, sudah merancang untuk infrastruktur itu harus mulus. Sehingga, sangat dirasakan sekali manfaatnya. 



"intinya kami sebagai warga yang juga bayar pajak, ingin agar pemerintah bisa mengoptimalkan anggaran pemeliharaan jalan itu agar tidak terbuang hanya untuk upaya sementara waktu. Tapi juga bisa berdampak lama. Karena selama ini kami rasakan, hari ini ditambal, jalan itu, sebulan kemudian banyak yang berlubang lagi.Mari kita lihat dan rasakan sendiri ketika melewati jalan-jalan yang ditambal itu, " tutup Jahid. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.