Kecap Asli Produk Kuningan Lahir Kembali, Bermerk Bayu Asih | Dikembangkan Warga Desa Bayuning


KUNINGAN - Kabupaten Kuningan sejak dahulu sebenarnya punya sentra produksi bumbu masak berupa kecap,  yakni di Desa Cikadu, Kecamatan Nusaherang. Namun produksi kecap di desa tersebut, lambat laun "tak berdaya" bersaing dengan produk yang sama dari luar Kuningan.



Kini,  produksi kecap di Kuningan kembali menggeliat setelah salah seorang wiraswasta kreatif asal Desa Bayuning,  Eek Suparsa, mencoba meneruskan para pendahulunya dalam pembuatan kecap asal Kuningan.

Dengan membawa nama Usaha Mikro Kecil Menengah Bayu Asih,  yang juga jadi merk Kecap yang dibuatnya,  Eek kini terus berupaya mengembangkan produksinya agar Kuningan bisa memiliki kembali sentra produk kecap yang dulu sempat berjaya di jamannya. 

"Produksi Kecap Bayu Asih yang sudah dimulai sejak November 2019 lalu ini,  kini telah punya empat varian dan harga. Pertama, Kecap Bayu Asih. (Gold) untuk Oleh-oleh khas Kuningan dengan harga Rp 35 ribu.  Kedua, Kecap Sunda. (Silver) untuk pedagang menengah Saya banderol di harga Rp 18 ribu, " papar Eek kepada media,  Senin (06/07/2020), di rumahnya. 

Produk ketiga yang dibikinnya, Kecap Aroma (Premium) untuk pedagang kecil  seharga Rp 15 ribu. Dan keempat,  Kecap Edoot, yang masih dicoba diproduksi untuk rumah tangga. 

"Rasanya berani dibandingkan dengan produk sejenis lainnya dan bisa dicoba.  Harganya pun sangat terjangkau. Untuk para pedagang silakan mencoba produk kami, " kata Eek sambil menunjukkan satu per satu produk kecap yang dimilikinya.

Saat ini, imbuhnya, produksi Kecap Bayu Asih yang diakuinya telah mendapat Izin Dinas Kesehatan itu, telah mendapatkan pelanggan dari kalangan pedagang di pasar-pasar,  rumah makan dan pedagang makanan.

Adapun varian rasa yang dibuatnya saat ini masih satu yakni rasa kecap manis. 

"Bahan-bahan pendukung pembuatan kecap,  seperti gula,  rempah-rempah dan kedelai masih kami datangkan dari luar Kuningan. Untuk gula kawung kami datangkan dari Ciamis,  " ujarnya. 

Dengan metode pembuatan kecap yang masih manual dan tradisional, pabrik kecap rumahan yang dikelola Eek sudah memiliki enam karyawan yang diambil dari keluarganya. 

Ia berharap upaya menghidupkan kembali Kecap asli Kuningan yang sedang digelutinya ini mendapat dukungan dari semua pihak.



Kami bertujuan selain melestarikan kecap asli Kuningan, produksi kecap Bayu Asih, bisa menyerap tenaga kerja dari masyarakat Kuningan ke depannya, " tuturnya.  (Nars) 

No comments

Powered by Blogger.