Melihat Langsung Katering Dapur Orinda, Ternyata Memasaknya pun Perhatikan Protokol Kesehatan


KUNINGAN - Berawal dari kesukaan memasak,  Dewie Sartika (39), warga Perumahan Panorama Babatan Kav. A No 12 RT 009 RW 001 Desa Babatan Kecamatan Kadugede, akhirnya malah harus sibuk dengan banyaknya pesanan katering, kue, bubur ayam dan masakan lobster yang dibuatnya. 



Ya,  pendamping hidup dr H Agah Nugraha ini,  memang doyan masak. Hal itu memudahkannya saat Ia membuka usaha kuliner Katering Dapur Orinda, yang diakuinya baru dibuka belum lama ini. 

"Awalnya sih hanya ingin menyalurkan hobi, tapi ep,  ternyata banyak yang pesan. Mulai dari kerabat, teman kantor, sampai bapak/ibu pejabat daerah hingga Pak Bupati pun pernah order masakan kita, " ujar Dewie kepada media,  di rumah yang sekaligus menjadi lapak usaha kulinernya ini. 

Dewie mengaku tidak membuka outlet di luar rumahnya,  karena dirinya masih punya anak kecil,  sedangkan semua makanan Dapur Orinda,  dirinya sendiri yang memasaknya. 

"Untuk makanan Saya sendiri yang memasak,  sedangkan yang ke pasar dan mengemas makanan, ada karyawati Saya,  " tuturnya. 

Sedikit bocoran,  kenapa padahal baru dibuka,  Dapur Orinda sudah banyak orderan. Ternyata masakan Dapur Orinda punya khas sendiri,  yakni semuanya tanpa memakai bumbu masak instan dan tanpa MSG. 

"Bagi warga Kuningan yang mengerti kesehatan,  tentunya akan memilih makanan yang sehat juga untuk tubuhnya.  Semua masakan kita tanpa MSG,  kita menggantinya dengan kaldu,  " ujarnya. 

Meski tanpa pengawet san bumbu instant,  tapi Dewie mengklaim menu makanan yang dibuatnya mudah di-take away, dan tahan beberapa lama,  jika dimakan sampai malam pun rasanya masih enak.

Dibuka pada masa Pandemi Covid-19, Dapur Orinda memang cocok bagi konsumen yang ingin terhindar dari Covid-19. Selain memperhatikan menu empat sehat lima sempurna,  katering Dapur Orinda juga sangat ketat dalam proses memasak dan mengemas makanan.

Terpantau kuninganreligi.com saat melihat langsung proses memasak di Dapur Orinda,  semua orang yang masuk area dapur harus higienis,  dengan mencuci tangan, memakai masker, sarung tangan,  hingga pelindung kepala. 

"Ya kebersihan dan kesehatan itu nomor satu,  kita terapkan protokol kesehatan ketat saat masuk dapur,  karena kita ingin menjamin semua masakan yang kita berikan pada konsumen bersih dan menyehatkan, " tandas Dewie. 

Di tengah bermunculannya usaha katering sejenis,  bahkan kini banyak katering asal Negeri Taj Mahal dibuka, namun owner Dapur Orinda menyatakan siap bersaing secara sehat. 

Karena, bagi yang memperhatikan aspek kesehatan, makanan tanpa pengawet dan bumbu hasil ekstraksi kimiawi, serta wadahnya tidak pakai Styrofoam, menjadi kelebihan yang dimiliki Dapur Orinda. 

Satu menu andalan Dapur Orinda, yang sedang paling diburu pelanggan adalah lobster yang bisa dimasak dengan kuah saus tiram, asam manis, ataupun saus padang.

“Alhamdulillah pesanan masakan lobster yang khas Dapur Orinda juga terus ada. Lobster yang kita masak,  segar,  karena kita ambil langsung dari kolam. Untuk satu porsi (2 ekor) kita banderol di harga Rp 60 ribu, " katanya. 

Bagi pegawai kantoran dan pelajar yang tak sempat sarapan di rumah, Dapur Orinda pun menyediakan Bubur Khas Bandung Orinda, yang juga bisa dipesan. Kelezatan rasanya benar-benar membuat ketagihan, sajiannya pun lengkap dengan cakueh, dan daging ayam yang dicacah lembut,  membuat lidah bergoyang.

Bahkan saat awak media menyuapi anak yang dibawanya pun seperti tidak canggung menyantap Bubur Ayam Bandung khas Dapur Orinda ini. Kata ibunya,  biasanya anaknya rewel saat makan bubur ayam. Namun karena ayamnya dicacah lembut jadi si anak lahap sekali memakannya. 

Selain menerima pesanan dari perorangan,  katering Dapur Orinda juga menerima pesanan dari perusahaan dan instansi-instansi jika ada acara besar. 



"Silakan bisa melihat-lihat menu kami di media sosial FB suami Saya dr H Agah Nugraha,  atau di Instagram @dapurorinda,  " tukas Dewie. 

Bagi yang ingin memesan, dapat Purchase Order ataupun pesan memanfaatkan jejaring media sosial dan layanan nomor HP/WA:  0812 1826 1186.(Nars/End)

No comments

Powered by Blogger.