Pontren Al Multazam 2 Ciptakan Lingkungan Pesantren Bersih Covid-19


KUNINGAN - Pondok Pesantren Al Multazam 2 yang beralamat di Desa Linggajati, Kecamatan Cilimus, telah melakukan rapid test massal untuk seluruh pegawai sebelum pelaksanaan penerimaan santri baru. Test Rapid massal tersebut dilakukan pada Jum'at (10/07) lalu,  dengan tujuan untuk memastikan kondisi kesehatan pegawai dan mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan pesantren.

Pelaksanaan test rapid massal itu dilaksanakan bekerjasama dengan Laboratorium Prodia Kuningan sebagai pihak yang melakukan test dan pemeriksaan.



Mudir Ma'had Al-Mutazam 2, KH Abdul Rosyid, melalui keterangan persnya menjelaskan bahwa pelaksanaan rapid massal yang diselenggarakan pihaknya ini wajib diikuti seluruh pegawai. Hal itu untuk memastikan seluruh pegawai dalam kondisi sehat sebelum pihaknya menerima kedatangan para santri baru. 

Dari rapid massal yang digelar, Abdul Rosyid bersyukur setelah mengetahui hasil pemeriksaan laboratorium, bahwa semua pegawai Al Multazam 2 sehat dengan hasil test non reaktif.

"Alhamdulillah hasilnya non reaktif semua.
Selanjutnya, untuk memastikan lingkungan pesantren tetap bersih Covid-19, kami mewajibkan kepada seluruh Santri yang datang, untuk memeriksakan diri terlebih dahulu, dengan rapid test," katanya. 

Selain membawa hasil rapid test yang non reaktif, pihaknya juga mewajibkan para santri yang berasal dari luar kota, untuk isolasi diri selama 14 hari.

 "Hal itu Kami lakukan, setelah Kami berdiskusi dengan Satgas Covid-19 Kuningan, tentang protokol Covid-19 di lingkungan Ponpes," jelasnya.

Sebagai upaya tindak lanjut menciptakan lingkungan pesantren yang bersih Covid-19, pihak Al Multazam 2 pun telah membuat Tim Satuan Gugus Tugas Covid-19 di pesantren itu. 

Ke depan,  sebelum pandemi berakhir,  pihak pesantren akan tetap menerapkan protokol kesehatan bagi siapa pun yang masuk ke lingkungan pesantren.

"Saat kedatangan santri baru nanti, akan diterapkan aturan seperti wali santri hanya mengantar sampai gerbang, tidak diperkenankan masuk ke lingkungan pondok, " tandasnya. 

Selanjutnya,  aturan cuci tangan sebelum masuk pondok, penyemprotan barang bawaan di bilik disinfektan, dan untuk panitia memakai masker, atau face shield juga akan diterapkan.

Penerapan protokol kesehatan itu,  kata Abdul Rosyid, akan dicek dan dipantau oleh pihak kepolisian dari Polsek Cilimus dan Pemdes setempat. 

"Semoga seluruh pegawai di sini dalam kondisi sehat. Begitu pun santri yang akan datang pun dalam kondisi sehat," harapnya.



Terpisah,  petugas laboratorium Prodia, Anisa, menerangkan bahwa tes ini berupa screening awal. "Ini merupakan studi epidemiologi, kita akan melihat penyebarannya seperti apa," jelasnya. 

Test ini, kata Anisa, dinamakan pemeriksaan immunassay. Menurutnya, tes ini lebih akurat dari rapid biasa. "Kami akan melakukan pengambilan sampel darah vena karena lebih akurat sebanyak 3-5 ml," tukasnya (Nars/rilis)

No comments

Powered by Blogger.