Reses di Areal Persawahan, Warga Keluhkan Benih Padi Diduga Kadaluwarsa pada Anggota DPRD


KUNINGAN - Salah seorang anggota Kelompok Tani Kiara Mekar Jaya, Suhyana (60 tahun), mengeluhkan benih padi yang diberikan oleh Dinas Pertanian Kuningan tidak bisa ditanam di lahan persawahan mereka. Ia menduga benih padi tersebut telah kadaluwarsa atau lewat waktu untuk bisa ditanam. Sehingga mereka terpaksa membuang benih pemberian dari pemerintah tersebut, dan menanami persawahan dengan benih yang mereka beli sendiri. 



Hal itu dikeluhkan sejumlah anggota kelompok tani tersebut yang diamini Kepala Desa Kertawirama, Dani Iswanto,  saat bertemu Anggota DPRD Kuningan, Susanto,  dalam kegiatan reses lapangan di areal persawahan Blok Cangkong,  desa setempat, Sabtu (04/07/2020).

"Iya Benih Padi yang diberikan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, sudah kadarluasa, yang habis pada 11 Juni 2020. Akibatnya para petani banyak yang harus membeli benih lagi untuk masa tanam kali ini," tandas Kepala Desa Kertawirama, Dani Iswanto, saat mendampingi warganya. 

Dani pun menambahkan, benih padi tersebut juga tidak mau tumbuh meski ada yang menanam pada saat sebelum kadarluasa. 

"Kami juga menduga kualitas benihnya kurang bagus. Kami berharap Pak Dewan bisa membantu Kami, agar para Petani tidak merugi, apalagi saat pandemi covid-19 seperti ini," ujarnya menitipkan aspirasi masyarakatnya. 

Selain mengeluhkan soal benih padi,  warga juga meminta agar Anggota DPRD dari Fraksi PKB Dapil Kuningan 5 itu bisa membantu memfasilitasi penyelesaian saluran irigasi yang tersumbat akibat amblasnya tanah persawahan sekira 5-10 meter panjangnya.  

"Kami harap Pak Dewan bisa mengawal keluhan Kami, karena ini sangat penting, di areal pesawahan Kami di Blok Cengkong, Desa Kertawirama," sambung Suhyana sambil menunjukan pinggiran sawah yang menutupi saluran irigasi.

Mendengarkan langsung keluhan warga di lapangan bagi Susanto,  Aleg PKB yang nyentrik ini memang sudah menjadi kebiasaannya. Baginya, kerja sebagai wakil rakyat di lapangan harus totalitas langsung terjun ke sumber masalah. 

"Makanya Saya lebih suka langsung berada di tengah-tengah mereka mendengar apa yang mereka keluhkan. Karena kita berasal dari mereka, maka jangan lupa pada purwadaksi (asal muasal-red)," jelas Susanto saat dimintai tanggapan.

Untuk masa reses Caturwulan 3 tahun sidang 2019/2020 ini pun,  anggota Komisi 2 ini,  maunya langsung dilaksanakan di ruang terbuka, agar bisa melihat bukti yang dikeluhkan warga kepadanya. 

"Meski di tempat terbuka dan mengumpulkan orang,  reses kali ini,  Saya tetap menghimbau warga agar membiasakan protokol kesehatan Covid-19 karena saat ini masih dalam masa pandemi, " kata Susanto. 



Anggota Legislatif yang berlatar belakang seorang Sopir Dump Truk ini berjanji akan membantu dan menyampaikan aspirasi warga Desa Kertawirama dengan berkoordinasi dengan Dinas terkait.

"Keluhan dan aspirasi warga ini, akan saya tindaklanjut nanti pada hari Senin, dengan membawa sampel benih padi ini. Juga beberapa temuan lainnya di lapangan dari reses yang kita gelar," pungkasnya. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.