Sekolah Tatap Muka di Kuningan Bisa Dimulai Senin Lusa?


KUNINGAN - Mulai Senin (03/08/2020) lusa, para pelajar di Kabupaten Kuningan, dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) bisa melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan metode tatap muka.

Hal itu dikatakan Bupati Kuningan, H Acep Purnama, saat dikonfirmasi media di RM Cipondok, Kecamatan Kadugede, usai bertemu dengan Ketua DPD PDIP, pada Kamis (30/07/2020).



"Ya, kami sudah mempersiapkan untuk regulasi KBM tatap muka yang Insya Alloh akan bisa dimulai pada Hari Senin (03/08) nanti, " ungkap Bupati Acep.

Metode belajar tatap muka yang ditunggu-tunggu para orangtua siswa ini, inbuhnya, bisa dilakukan dengan pola shift atau pembagian rombongan belajar.

"Pola tatap muka di masa AKB ini akan diberlakukan juga untuk pembelajaran di pondok-pondok pesantren dan pendidikan informal lainnya, " kata Acep lagi.

Hal itu, dijelaskannya, setelah pihaknya membahas pola pembelajaran tatap muka dengan penerapan protokol kesehatan termasuk pembagian waktu dan jumlah peserta didik, yang juga dihadiri oleh pihak dari Kementerian Agama Kabupaten Kuningan.

Sebelumnya, diberitakan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Uca Somantri, menyatakan meski  dari seluruh wilayah, sudah 71 persen sekolah bisa melakukan pembelajaran secara daring, namun pihaknya banyak mendapat keluhan dari para orangtua siswa dan guru agar segera bisa dilakukan pembelajaran secara tatap muka di sekolah.

Hal itu akhirnya pihaknya menempuh upaya agar keluhan para orangtua siswa dan guru itu bisa segera direalisasikan.

"Meski telah ada SKB 4 Menteri yang masih melarang KBM tatap muka, namun di Kuningan akan diambil upaya sebagai diskresi dari aturan itu, " ungkap Uca.

Meskipun pada prakteknya saat ini ada belajar tatap muka dengan sistem kelompok belajar atau home visit, pihaknya mengklaim telah membuat formulasi pembelajaran dengan memperhatikan protokol kesehatan di masa Covid-19.

"Tentunya, pihk sekolah menyediakan sarana protokol kesehatan sendiri, di antaranya pengukur suhu, alat cuci tangan, jaga jarak, memakai masker, dan menekankan tidak boleh ada kerumunan, " papar Uca.

Pihaknya setuju bahwa regulasi yang dikeluarkan pemerintahan pusat jadi acuan. Namun dari hasil pertemuan disepakati adanya diskresi agar pertemuan tatap muka di sekolah bisa berjalan, tentunya dengan memperhatikan protokol kesehatan.



"Formulasi yang telah kita buat, nanti akan jadi keputusan Pemerintah Kabupaten Kuningan (Bupati). Insya Allah, Bulan Agustus, bisa mulai diterapkan, " pumgkas Uca belum lama ini. (Nars)

3 comments:

  1. Ya kalau bisa secepat nya jngn di tunda2 kasian ank2,hatur nuhun....

    ReplyDelete
  2. Alhamdulillah,,smoga benar terealisasi kasian kalo anak yg bodoh akan tambah bodoh kalo trs daring.. minimal klo ada tatap muka,guru menerangkan sehingga ada dlm memory anak.... Yg terpenting tetap jaga kesehatan,

    ReplyDelete

Powered by Blogger.