Dua Bulan ke Depan, DPRD Kuningan Ditinggal "Sekolah" oleh Ketuanya


KUNINGAN - Selama dua bulan ke depan (September-Oktober 2020), kegiatan yang digelar Lembaga DPRD Kuningan akan berjalan tanpa kehadiran Ketuanya, Nuzul Rachdi. Selama waktu tersebut, Zul, sapaannya, terpilih menjadi peserta Pendidikan dan Latihan (Diklat) di Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhanas-RI).

Saat dikonfirmasi KR di ruang kerjanya, Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdi, membenarkan bahwa mulai tanggal 1 September, Ia tidak bisa mengikuti berbagai kegiatan di DPRD Kuningan, karena akan mulai mengikuti pendidikan di Lemhanas RI.



"Termasuk pada Sidang Paripurna Hari Jadi ke-522 Kuningan, tanggal 1 September, bulan depan. Saya izin tidak bisa hadir, " ucapnya.

Ditanya terkait ketidakhadiran Ketua DPRD dalam beberapa kegiatan dua bulan ke depan, Zul mengatakan bahwa lembaga DPRD diperintahkan oleh sistem dan tata tertib. Sehingga ketidakhadirannya tidak akan jadi suatu ganjalan.

"Pimpinan itu kan sifatnya kolektif kolegial, kalau Saya berhalangan kan menurut perintah undang-undang, masih ada tiga pimpinan dewan lainnya, " tandas Zul.

Sistem aturan itu, katanya, sudah berjalan. Kalau ada keputusan yang kolektif, seperti misalnya KUAPPAS, bisa pembahasan bisa secara virtual. Soal tanda tangan untuk berbagai keputusan Ketua DPRD, bisa ada yang mengantarkan berkasnya ke Jakarta nanti.

"Tadi saya sudah berbagi tugas pada pimpinan-pimpinan. Dan setiap surat yang masuk, jika perlu disposisi saya, bisa dilakukan dari jarak jauh, Saya juga bawa blangko disposisi nanti, " ucapnya.

Ditanya soal target setelah mengikuti pendidikan di Lemhanas, Zul tidak menargetkan apapun.

"Enggak ada target, ini kan yang mengundang Lemhanas. Lemhanas itu kan menyelenggarakan pendidikan terhadap calon pemimpin secara nasional. Karena saya menjabat baru setahun, mungkin dalam empat tahun ke depan saya perlu mendapat bekal pengetahuan tentang ketahanan dan pertahanan nasional, " papar Zul.

Zul mengaku sudah mendapat restu dari DPP maupun DPD PDIP untuk ikut pendidikan di Lemhanas tersebut.



Diinformasikan bahwa se-Indonesia, hanya ada 39 orang yang akan mengikuti pendidikan di Lemhanas itu.

Dari perwakilan Provinsi Jawa Barat sendiri, ada 3 orang yang diundang. Mereka adalah dari Kabupaten Kuningan, Bandung dan Ciamis. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.