Keindahan Tersembunyi Tenjolayar, Layak Dicoba | Udara Sejuk dan Kolam Renang di Pegunungan


KUNINGAN - Bingung mencari tempat wisata alami yang bisa membantu hilangkan penat akibat tumpukan pekerjaan? Obyek wisata alam Tenjolayar bisa jadi pilihan tepat. Meski baru berdiri tiga tahun, ODTWA Tenjolayar, sudah memiliki banyak fasilitas wisata yang membuat pengunjung bisa betah berlama-lama.

Lokasi ODTWA Tenjolayar merupakan nama sebuah “blok” hutan di wilayah Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Secara Administrasi terletak di Desa Sangkanerang, Kecamatan Jalaksana Kabupaten Kuningan. Wilayahnya berada pada daerah kawasan perkebunan masyarakat, Pegunungan, Bukit, Lembah dan Hutan. 



Layaknya obyek wisata alam khas Kuningan, Tenjolayar memiliki potensi panorama alam yang indah, udara yang sejuk dan hewan/satwa eksotik.

Kemudian potensi lainnya, Tenjolayar juga dihiasi curug/air terjun yang eksotik.

Salah seorang penggagas berdirinya ODTWA Tenjolayar, Ivan Sopyan SHut, saat diwawancara KR menerangkan keberadaan obyek wisata tidak terlalu jauh dari kawasan pemukiman penduduk setempat.

"Dari rumah terdekat, jaraknya sekitar 700 meter, memiliki ketinggian berada di kisaran 1.250-1.300 mdpl, " terang pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Karangtaruna Ciremai Muda ini.

Ia menambahkan, ODTWA ini sejak awal diinisiasi, dibangun, dikelola dan  dikembangkan oleh anak-anak muda Desa Sangkanerang yang tergabung dalam Karang Taruna “Ciremai Muda” secara swadaya dan mandiri. 

Ivan, yang juga alumni Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan ini memang sejak menjadi mahasiswa di Universitas Kuningan sudah terbiasa dengan kegiatan-kegiatan dan aktifitas organisasi intra kampus dan ekstra kampus pecinta alam.

"Inisiatif pembanguan ODTWA Tenjolayar dimulai berawal dari keinginan para pemuda Desa Sangkanerang untuk memiliki kegiatan positif yang dapat menghasilkan nilai ekonomi bagi anggota karangtaruna maupun masyarakat secara umum, juga dalam rangka menggali potensi desa yang tepat berada di ujung barat kaki Gunung Ciremai, " paparnya.

Dalam perkembangannya, inisiatif pembangunan ODTWA ini didukung penuh oleh Pemerintahan Desa Sangkanerang baik berupa dukungan moril maupun materil.

" Melalui Dana Desa Pemerintahan Desa membantu membuatkan beberapa fasilitas dan sarana pendukung diantaranya jalan menuju lokasi wisata,  sarana tiketing dan MCK yang masuk dalam Kawasan Hutan Rakyat (Milik Masyarakat), " kata Ivan.

Sedangkan untuk sarana dan fasilitas wisata yang wilayahnya masuk dalam Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) seluruhnya dibangun secara swadaya mandiri dengan menggunakan dana patungan anggota Kompepar dan beberapa anggota Karangtaruna. 

Sejak dibangunnya tiga tahun yang lalu, fasilitas yang sudah terbangun dirinci Ivan,  diantaranya berupa gazebo besar kayu 2 lantai,  mushola kayu, gazebo bambu, embung air curug, kolam terapi, kolam renang ukuran, jalan tangga berbatu, jalan batu cor, saung tiketing permanen, toilet permanen dan  semi permanen, dan toilet kayu dan bambu

Kemudian tempat bilas kayu dan bambu, spot pandang selfie atas pohon,  spot pengamatan elang  dan hewan lainnya, jalan cor, track jalan alam, jembatan bambu dan rock garden/taman batu alami.



"Kami berharap dari pembangunan wisata alam ini nantinya akan dapat berdampak positif bagi masyarakat secara multiplayer effect. Cita-cita kita mudah-mudahan dengan pengembangan wisata alam nantinya akan dapat menyerap banyak tenaga kerja lokal sehingga para pemuda tidak banyak yang merantau ke ibu kota, " harap dia.

Selain itu, berdirinya ODTW Tenjolayar diharap bisa menumbuhkembangkan ekonomi lokal masyarakat desa melalui penjualan souvenir wisata, warung, makanan/minuman lokal, dan lainnya. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.