Ramai-Ramai Bersihkan Kotoran Sapi dari Saluran Air


KUNINGAN - Upaya penertiban pembuangan limbah kotoran sapi di Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur terus dilakukan. Setelah mendapat kunjungan monitoring dari salah seorang anggota Komisi 3 DPRD Kuningan, pada Selasa (24/08) lalu, beberapa peternak mulai melakukan aksi membersihkan limbah sapi dari saluran air yang ada di sekitar kandang.

Aksi kerja bakti warga membersihkan saluran air dari kotoran sapi itu dilaksanakan pada Kamis (27/08) pagi. Hadir juga menyaksikan gotong royong bersih-bersih saluran air itu, Anggota Komisi 3 DPRD Kuningan, Sri Laelasari, Kabid P3HL Dinas Lingkungan Hidup Kuningan, Asep Abdus Syakur, aparat Pemerintahan Kecamatan Cigugur, dan Kelurahan Cipari, juga perwakilan dari KSU Karya Nugraha.



Meski baru sebagian dari saluran air tersebut yang dibersihkan, namun aksi para peternak itu sangat diapresiasi oleh Anggota DPRD, Sri Laelasari.

"Iya baru sebagian yang dibersihkan dan diangkat kotoran sapinya, tapi itu juga sudah ada upaya. Tinggal kesungguhan para peternak saja untuk membersihkan keseluruhannya. Kita lihat saluran air yang dipenuhi kotoran sapi ini masih panjang ke arah hilir, " kata Sri Laelasari, saat ditanya media di lokasi.

Bersama rombongan, Sri langsung meninjau sepanjang saluran air itu hingga ke arah hilir. Terpantau, saluran yang diperkirakan lebih dari 100 meter itu masih ditutupi kotoran sapi. 

Salah seorang peternak sapi yang juga termasuk anggota KSU Karya Nugraha berdalih, belum dibersihkannya kotoran sapi tersebut, karena masih dibutuhkan untuk media tanam rumput gajah yang jadi pakan sapi.

"Untuk bagian hilir ini, peternak masih menggunakan kotoran sapi sebagai media tanam rumput gajah. Jadi sengaja belum diangkat, karena nanti juga dibutuhkan, " kata dia.
Di lain pihak, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kuningan, Wawan Setiawan, melalui Kabid P3HL, Asep Abdus Syakur, tetap menghimbau agar semua peternak bisa kompak membersihkan seluruh saluran air dari kotoran sapi.

"Mungkin dampaknya tidak akan terasa saat musim kemarau. Tapi pada musim penghujan pasti kan jadi masalah. Sekarang saja keluhan dari warga bagian hilir saluran sungai sudah banyak, jadi mohon kompak ini harus dibersihkan, " ucapnya kepada para peternak yang hadir.

Dalam waktu dekat, hingga Bulan September, pihak Dinas LH Kuningan, kata Asep, akan fokus pada penyelesaian masalah limbah kotoran sapi ini. Pihaknya juga merencanakan akan mengumpulkan lagi para peternak dalam sebuah musyawarah, agar masalah itu segera ada solusi yang tepat.


"Nanti kita kumpulkan lagi para peternak, agar masalah ini segera selesai, " ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, permasalahan pembuangan limbah kotoran hewan di Kecamatan Cigugur menjadi fokus pengawasan salah seorang anggota DPRD Kuningan dari Fraksi Gerindra Bintang, Sri Laelasari.

Dalam monitoring dan evaluasi (Monev) itu, terpantau kondisi kotoran sapi di sekitar kandang warga memenuhi saluran pembuangan /selokan. Ketinggian endapan kotoran sapi itu berkisar dari 30-60 cm saat diukur. Memadati selokan yang sudah tidak ada airnya.

Sri Laelasari menerangkan permasalahan pembuangan kotoran sapi ini sudah dari tahun ke tahun selalu muncul. Intinya, kata dia adalah kebijakan pemerintah daerah yang belum tegas dan kesungguhan para peternak dalam pengelolaan limbah kotoran sapi.

"Di hilir, dampak pembuangan kotoran sapi ini sangat meresahkan. Sudah dirasakan dampaknya di sekitar Kelurahan Winduherang dan Purwawinangun, " papar Sri.



Sementara, Kadis LH Kuningan, Wawan Setiawan, melalui Kabid P3HL, Asep AS, menanggapi bahwa masalah pembuangan kotoran hewan ini sudah lama terjadi. Pihaknya mengakui terus mencari solusi yang tepat agar permasalahan bisa terselesaikan.

"Tanggungjawab pengelolaan limbah kotoran sapi ini ada di peternak. Kita hanya memfasilitasi regulasi dan sarana saja jika diperlukan, " kata Asep. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.