Soal Razia Lapas Kuningan, Anggota Dewan dan Kapolres Beri Tanggapan Positif


KUNINGAN - Anggota DPRD Kuningan dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Susanto, mengapresiasi kegiatan razia yang dilakukan Satgas Kamtib UPT Lapas se-Ciayumajakuning di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-A Kuningan, pada Selasa (11/08/2020) malam.

Aleg PKB dari Dapil 5 Kuningan ini memberi nilai positif terhadap penggeledahan seluruh ruangan napi di Lapas Kuningan itu. Hal itu baginya adalah sebagai bentuk perhatian Lapas terhadap warga binaannya.



"Kegiatan itu merupakan salah satu bentuk pembinaan terhadap warga binaan yang dilakukan petugas.Sebagai motivasi dan peningkatan etos kerja petugas dalam melakukan pembinaan," kata Susanto.

Ia mengapresiasi kegiatan tersebut dengan mengesampingkan latar belakang sehingga ada penggeledahan yang mendadak itu.

"Dengan adanya razia semalam, akan meninggalkan dampak positif bagi warga binaan untuk selalu taat pada aturan Lapas. Hal itu akan mendorong pada kesuksesan program pembinaan yang dilaksanakan, " ujar anggota Komisi 2 DPRD Kuningan ini.

Terpisah, Kapolres Kuningan, AKBP Lukman Syafri Dandel Malik, saat dimintai tanggapan oleh media terkait razia di Lapas Kuningan, pada Rabu (12/08/2020), menilai bahwa Lapas Kelas II-A Kuningan selalu bersinergi dengan kepolisian dalam kegiatan pembinaan warganya.

"Lapas Kuningan sangat kooperatig, selalu bersinergis kerjasama dengan Polres Kuningan. Beberapa waktu lalu pun kita membantu back up saat penangkapan 4 napi bersama Direktorat Siber Bareskrim Polri, " ungkap AKBP Lukman.

Dengan adanya koordinasi dan sinergitas kepolisian dengan Lapas Kuningan itu, masih kata Lukman, bisa mewujudkan kegiatan yang kondusif di dalam Lapas.

"Kita akui, dengan sinergitas tersebut pelaksanaan penangkapan 4 napi kemarin berjalan dengan smooth sekali," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Lapas Kelas II-A Kuningan, Gumelar Budi Rahayu, juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan penangkapan 4 warga binaannya oleh Bareskrim Polri berjalan kondusif berkat adanya sinergitas dengan pihak kepolisian.

Gumelar menuturkan bahwa dari sinergitasnya bersama aparat kepolisian itu akhirnya tindak pidana yang diduga dilakukan napi di sel tahanan Lapasnya bisa terungkap.



"Karena dikhawatirkan saat penggeledahan sel akan terjadi hal yang tidak diinginkan, maka kita susun dulu langkah antisipasinya, " sebut Gumilar.

Sebelum dan saat penggeledahan di sel tersebut, pihaknya sangat kooperatif. Adapun hal-hal yang dikhawatirkan terjadi saat penggeledahan sel, akhirnya tidak terjadi, dan berlangsung kondusif, (Nars)

No comments

Powered by Blogger.