Telat Sedikit Saja, Puskesmas Sindangagung Bisa Ikut Terbakar


KUNINGAN - Telat sedikit saja, pemadaman api di atas lahan milik warga, di Blok Kaliwon Rt.04 Rw.01 Desa Babakanreuma Kecamatan Sindangagung, kemungkinan bisa membakar Gedung Puskesmas Kecamatan Sindangagung.

Beruntung pada Ahad (30/08/2020) malam, aparat UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan, langsung bergerak cepat begitu mendapat laporan dari warga.



Diperkirakan dari total luas 700 meter persegi, ada seluas 500 meter persegi, lahan yang dipenuhi perdu dan alang-alang itu terbakar. 

"Kejadiannya tadi pukul 20:20 WIB saat kami terima laporan dari warga atas nama Ari (30 tahun) yang sedang melintas di jalan baru Ancaran itu, " terang Kepala UPT Damkar Satpol PP Kuningan, M Khadafi Mufti, pada KR, Ahad malam.

Saksi yang berhenti di sekitar lokasi, imbuhnya, melihat kobaran api di lahan tepi jalan itu berasal dari arah selatam.

"Kebetulan letak kobaran api dekat sekali dengan gedung Puskesmas Kecamatam Sindangagung. Jika saja telat melaporkan, atau telat ditangani, kebakaran lahan ini bisa saja merembet ke gedung Puskesmas tersebut, " kata Khadafi, sapaannya.

Bara api, sebutnya, diduga bermula dari pembakaran serabut kelapa yang ditinggalkan. Karena khawatir kebakaran semakin membesar, akhirnya saksi melaporkan kejadian yang dilihatnya kepada aparat Desa Babakanreuma. 

"Laporan tersebut diteruskan oleh Bapak Uja Sujan, Kasi Pemerintahan desa setempat kepada kami. Di waktu sama kami juga menerima postingan video kebakaran pada grup percakapan Whatsapp Balakar, " ucapnya.

Untuk menangani kebakaran itu, pihak UPT Damkar langsung menurunkan 1 unit Randis Damkar dan 4 orang petugasnya ke lokasi.

"Dibantu aparat pemerintahan Desa Babakanreuma, anggota Babinkantibmas, dan warga sekitar api dapat dipadamkan selama 25 menit, " kata Khadafi lagi.

Di musim kemarau dengan tiupan angin kencang seperti kondisi saat ini, pihak UPT Damkar selalu menghimbau warga agar tidak membakar sampah sembarangan. Apalagi di atas lahan yang ditumbuhi tanaman kering, yang bisa menimbulkan kebakaran.



"Untuk bulan Agustus 2020 ini, diharapkan aparat lingkungan (RT/RW), Pemerintahan Desa dan Pemerintahan Kecamatan, agar  mewaspadai musim kemarau yang dapat menyebabkan kebakaran. Hal ini sebagai bentuk kesiapsiagaan pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan dan hutan, " tutupnya. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.