Dua Hari Dua Kebakaran Hebat, Kerugian Setengah Miliar Rupiah


KUNINGAN - Di saat orang lain beristirahat, para petugas UPT Damkar Satpol PP Kuningan tetap menjalankan tugasnya untuk menolong warga. Seperti yang terjadi pada Sabtu (12/09/2020) dini hari tadi, 5 orang petugas Damkar bersama warga Desa Mekarwangi, aparat desa, Polsek dan Koramil Lebakwangi berusaha keras untuk memadamkan api dalam peristiwa kebakaran sebuah rumah.

Dari total luas bangunan 98 meter persegi, berkat kerjasama mereka, akhirny Si jago merah hanya menghanguskan seperempatnya saja rumah milik Enjo Dasja (80 tahun)/Eroh (75 tahun) warga Dusun Manis RT 8 RW 02 Desa Mekarwangi Kecamatan Lebakwangi.



Kepala UPT Damkar Satpol PP Kuningan, M Khadafi Mufti menerangkan kronologi kejadian. Bahwa menurut keterangan saksi Kasma (50 tahun), pada Jumat (11/09), sekira pukul 18.30 WIB, di rumah Kakek Enjo, sudah dilaksanakan sukuran akikah, memperingati 40 hari kelahiran cucunya.

" Untuk acara syukuran tersebut, mereka melakukan aktifitas memasak dengan menggunakan tungku api dan juga kompor gas. Acara selesai sekitar pukul 19.00 WIB dan pemilik rumah pun beristirahat, " papar Khadafi.

Sabtu (12/09), sekira pukul 01:00 WIB saat saksi Kasma dan warga lain sedang melakukan aktifitas ronda malam, mereka melihat api yang sudah membesar berasal dari arah sebelah selatan rumah Kakek Enjo.

"Kemudian saksi bersama warga masyarakat sekitar berusaha untuk membangunkan pemilik rumah yang sedang terlelap. Warga lain pun berusaha memadamkan api dengan menggunakan peralatan seadanya, " tuturnya.

Karena api semakin membesar dan juga rapatnya lokasi rumah yang terbakar dengan bangunan rumah lainnya, dan dikhawatirkan semakin membesar, Kepala Dusun setempat , Atim melaporkan peristiwa kebakaran itu pada kantor UPT Damkar Satpol PP Kuningan. 

"Pada pukul 01.20 WIB, 1 Randis Damkar dan 5 anggota berangkat menuju lokasi kebakaran," imbuhnya.

Sesampai di lokasi, pemadaman api dilakukan bersama warga selama 1 Jam.

"Penyebab kebakaran diduga berasal dari tungku yang lupa dimatikan, karena angin yang sangat besar, bara api membakar dapur yang terbuat dari kayu dan bambu dan merambat ke atap bangunan rumah, " terang Khadafi lebih lanjut.

Akibat kejadian kebakaran tersebut, Kakek Enjo beserta keluarga harus menanggung kerugian sekira Rp 74,5 juta. Beruntung mereka berhasil dibangunkan warga dan diselamatkan, serta api tidak merembet lebih luas.

Sebelumnya, kebakaran hebat juga terjadi pada Jumat (11/09) pagi di sebuah rumah milik Mamat (50 th) dan Ibu Kuswiti ( 50 th) yang beralamat di Dusun Manis Rt / Rw 03 /01 Desa Karang Tengah Kecamatan Maleber.



Kebakaran rumah yang ditinggal pergi penghuninya itu meluluhlantakkan seluruh bangunan beserta isinya. Mamat harus menanggung kerugian sekira Rp 425 juta akibat kehilangan rumahnya yang dibumihanguskan api.

Kebakaran diduga disebabkan konsleting arus listrik. UPT Damkar menurunkan 2 unit Randis Damkar dan 10 Petugas. Namun bangunan dan isinya tetap tidak terselamatkan, akibat lambatnya pelaporan. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.