Aksi Massa di Gedung DPRD Sempat Ricuh, Massa Sempat Dorong-Dorong Pagar Gerbang


KUNINGAN - Aksi ratusan massa di halaman Gedung DPRD Kuningan yang menuntut Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy, mundur dari jabatannya, pada Rabu (07/10/2020), sempat diwarnai kericuhan. 

Saat salah seorang perwakilan pondok pesantren melakukan orasi di atas mobil komando, tiba-tiba Ia menyerukan agar pintu gerbang halaman DPRD itu dibuka, karena ada sebagian massa yang masih di luar yang ingin masuk.


Sontak, mendapat komando itu, sebagian massa yang ada di dalam halaman merangsek ke pagar yang dijaga aparat keamanan. Beberapa orang nampak bersitegang dengan aparat keamanan agar pagar tersebut segera dibuka.

Sejurus kemudian massa yang merangsek ke dekat pagar makin bertambah banyak. Malahan, mereka sempat memarah-marahi aparat keamanan yang sedang menjaga pintu pagar. Sebagian lainnya, menggoyang-goyangkan pagar agar segera dibuka.


"Sabar-sabar, kami juga Muslim pak, " seru salah seorang petugas kepolisian pada massa.

Akhirnya, ketegangan bisa mereda, setelah beberapa pentolan massa ormas Islam, seperti K Edin Kholidin (FPI) dan H Andi Marzuki (Apik), dan Toto Suripto (Formasi) menenangkan massa.


"Tenang-tenang, satu komando, Saya pimpinan di sini, ayo mundur, " seru Ketua FPI Wilayah Kuningan itu.


Dan akhirnya, pintu pagar pun dibuka lebar-lebar, sehingga massa yang ada di luar pagar bisa masuk semua. 


Namun, bagi massa yang tidak mengenakan masker, baik aparat keamanan, maupun para pimpinan ormas, tetap melarang mereka masuk ke halaman DPRD.


Sebelumnya diberitakan pada aksi ratusan massa dari berbagai komponen di halaman Gedung DPRD Kuningan, untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait ucapan "limbah" yang dikeluarkan Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy, Ketua Forum Masyarakat Peduli Kuningan (Formasi), Toto Suripto, menyampaikan tiga pernyataan sikap.



"Forum masyarakat peduli kuningan, terkait pernyataan Ketua DPRD Kuningan yang sekaligus menjabat  sebagai Sekretaris DPC PDIP Kuningan. Kami menilai ucapannya telah menghina, melecehkan dan merendahkan salah satu lembaga ummat Islam, pesantren," ucap Toto saat membacakan pernyataan sikap mereka di halaman Gedung DPRD, yang disaksikan ratusan massa dan beberapa perwakilan anggota DPRD Kuningan.


Pondok pesantren, imbuhnya, adalah lembaga pendidikan agama Islam yang merupakan cikal bakal perjuangan ummat Islam, bukannya limbah dan wabah yang merugikan.


"Forum ini didukung oleh berbagai komponen termasuk dari banyak pondok pesantren di Kuningan, berikut para santrinya, Ormas Islam, LSM, kemahasiswaan, dan masyarakat muslim lain, " sebutnya.


Adapun pernyataan sikap yang disampaikan, adalah pertama, mengecam keras pernyataan Ketua DPRD Kuningan terhadap lembaga pesantren yang menjadi benteng ummat Islam.


"Kedua, kami akan terus mengawal dan meminta BK DPRD Kuningan untuk memroses secara obyektif pada Ketua DPRD agar ditindak secara aturan yang berlaku, " kata Toto.


Yang terakhir, mereka menyatakan mendukung seoenuhnya pada Ponpes Husnul Khotimah agar bisa menuntut Nuzul Rachdy ke dalam jalur hukum.


Berkas pernyataan sikap itu akhirnya diterima Ketua BK DPRD Kuningan, Toto Taufikurrohman Kosim. Ia berjanji akan memroses tuntutan tersebut secara objektif dan sesuai aturan. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.