Ini 6 Desa Penerima Bantuan dari Kemensos RI



KUNINGAN - Sejumlah 6 desa, di Kabupaten Kuningan menerima bantuan Program Keserasian Sosial dan Kearifan Lokal dari Kementerian Sosial RI, melalui Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS), pada Rabu (04/11/2020), di Aula Desa Sindangjawa, Kecamatan Kadugede.

Bantuan tersebut ditujukan untuk pencegahan Konflik Sosial, di tengah meningkatnya dampak dari kondisi Pandemi Covid-19.


Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemensos, Grace Batubara, didampingi Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) menyerahkan bantuan secara simbolis kepada 6 Forum Keserasian Sosial (FKS) itu. Hadir juga pada kesempatan tersebut Bupati Kuningan, Acep Purnama.

"Dengan bantuan ini diharapkan dapat meminimalisir serta mencegah konflik sosial sehingga menciptakan harmonisasi kebangsaan. Ini menjadi produk unggulan yang dapat dijadikan teladan untuk kita semua," terang Grace pada media.

Bantuan yang diberikan untuk Kabupaten Kuningan senilai Rp700 juta dengan rincian Rp 600 juta Bantuan Keserasian Sosial masing-masing Rp150 juta di 4 desa yaitu Desa Tinggar, Desa Ciniru, Desa Danalampah, dan Desa Tajurbuntu.



Untuk Bantuan Kearifan Lokal masing-masing Rp50 juta untuk 2 Sanggar Seni yaitu Sanggar Seni di Desa Sindangjawa dan Desa Ciwaru.


Berdasarkan Data Direktorat PSKBS, pada TA 2020 untuk Provinsi Jawa Barat terdapat 42 desa/kelurahan mendapatkan bantuan Keserasian Sosial dan 35 sanggar/kelompok seni mendapatkan bantuan Kearifan Lokal.


Sedangkan secara keseluruhan, Kementerian Sosial memberikan program Bantuan Keserasian Sosial untuk 350 desa dan Bantuan Kearifan Lokal untuk 300 Sanggar Seni di berbagai wilayah di Indonesia.


Sementara, Direktur PSKBS, Sunarti, mengatakan untuk komponen pembangunan dalam Bantuan Keserasian Sosial mencakup dialog, pembangunan sarana prasarana publik, pembangunan tugu keserasian sosial, dan biaya operasional FKS.


Sedangkan untuk komponen pembangunan dalam Bantuan Kearifan Lokal antara lain diperuntukkan pembelian alat musik tradisional/kostum/perlengkapan kesenian, biaya pementasan, dan biaya operasional sanggar.


Di tempat sama, salah seorang penerima bantuan, Sekdes Ciniru, Edi, menyebutkan babtuan sebesar Rp 150 juta tersebut sangat bermanfaat sekali bagi masyarakat di desanya.


"Bantuan untuk Desa Ciniru untuk pembangunan saluran irigasi sepanjang 250 meter yang pengerjaannya sudah selesai 100 persen dan sudah dialiri air, " sebutnya.


Irigasi ini, kata Edi, bermanfaat untuk pengairan lahan pertanian warga di dua desa, Cijemit dan Ciniru, dengan luas 53 hektar.


Penerima bantuan lainnya, Kades Sindangjawa, Oom Komariah, mengaku bantuan berupa alat kesenian dari Kemensos ini diberikan pada  TPA Nurul Hikmah di desanya.


"Semula karena alat kesenian itu cuma ada satu suka berebutan. Kini tidak berebutan lagi, Alhamdulillah, di Pondok Pesantren dan di TPA sudah punya semua, " ungkapnya.


Terpisah, Bupati Acep Purnama mengucapkan terima kasih dengan adanya perhatian dari Kemensos RI, baik semasa pandemi covid-19 ataupun sebelumnya, dan masa yang akan datang. 


"Terutama terkait turunnya bantuan Keserasian Sosial dan Penguatan Kearifan Lokal ini pada beberapa desa di Kabupaten Kuningan, " kata Bupati Acep Purnama dalam sambutannya.


Kabupaten Kuningan, imbuh bupati, memiliki karakteristik yang luar biasa. Di samping perbedaan geografis antar desa, juga terdapat pluralisme dan perbedaan karakteristik, adat dan etnis, bahkan agama semuanya ada di Kuningan.


"Namun begitu, hingga saat ini tidak ada konflik yang bisa menjadi pemecah belah persatuan. Karena kami semua menyadari adanya perbedaan itu, dan tidak mudah terpancing isu-isu yang mengganggu stabilitas daerah, " ujarnya. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.