Ads Top


KUNINGAN - Sejumlah lima orang petugas UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan dengan satu Randis Damkar diterjunkan ke lokasi kebakaran hebat sebuah bangunan pabrik heuler (penggilingan padi) milik Hj Suwiti (65 tahun) yang beralamat di Desa Sumberjaya Blok Karanganyar Rt 4/Rw 1 Kecamatan Ciwaru, pada Selasa (24/11) malam.

Laporan kebakaran dari aparat Desa Sumberjaya, atas nama Kustur Eriawan, diterima Petugas Piket UPT Damkar Kuningan sekira pukul 20:42 WIB.



Hanya butuh waktu sekira 35 menit, kendaraan Damkar tiba di lokasi kebakaran dan segera membantu warga dan aparat desa  setempat memadamkan api.

"Akhirnya api bisa dipadamkan sekira pukul 22:30 WIB, tadi malam. Dari kebakaran pabrik penggilingan padi ini pemilik mengalami kerugian sekira Rp 268,6 juta, " terang Kepala UPT Damkar Satpol PP Kuningan, M Khadafi Mufti pada KR, Rabu (25/11) dini hari.

Kerugian tersebut ditaksir dari sejumlah alat mesin penggilingan padi, genset,  bangunan pabrik, berikut ratusan kilogram gabah dan beras yang ikut hangus terbakar.


Berdasarkan penelusurannya, dari saksi atas nama Kustur Erawan (45 tahun,), yang juga menjabat sebagai Kasi Ekbang setempat, dituturkan bahwa, seperti biasanya, setiap sore, pemilik pabrik rutin membakar dedak sisa penggilingan padi di belakang bangunan, dengan tujuan membersihkan sekitarnya.

Namun, sekira pukul 20:00 WIB, dua orang karyawan pabrik, Jeki (43 th) dan Yusuf (30 th) saat akan melalukan pemeriksaan padi di penggilingan padi, melihat api sudah membesar dan membakar atap bangunan pabrik. 

"Yang bersangkutan lalu  memberitahukan kepada pemilik pabrik penggilingan padi bahwa bangunan milikmya mengalami kebakaran. Mereka juga memberitahukan kepada warga sekitar dan kepada aparat pemerintahan desa perihal kejadian tersebut, " papar Khadafi.

Kemudian, dengan peralatan seadanya, ditambah bantuan mesin pompa air dari warga, mereka bahu-membahu berupaya memadamkan api yang semakin membesar.

"Karena khawatir api akan merambat ke bangunan lain, akhirnya Pak Ekbang melaporkan kejadian itu pada kami, dan Petugas langsung meluncur ke TKP, " ujarnya.

Selain warga, ditambahkan, ikut membantu memadamkan api, aparat kepolisian dari Polsek Ciwaru dan Koramil Ciwaru.

" Penyebab kebakaran diduga berasal dari pembakaran dedak, karena angin sangat kencang, bara api kemudian merambat ke bangunan penggilingan padi, " terangnya.



Pihaknya juga mengalami kesulitan saat akan melakukan upaya pemadaman. Hal itu disebabkan karena  lokasi kebakaran berada di pemukiman padat penduduk, dan jauh dari jalan raya. Di lokasi pabrik, dikatakannya,  tidak ada sistem proteksi kebakaran aktif /pasif seperti apar, dan tandon air untuk kebakaran.

"Serta jarak jangkauan yang sangat jauh dan juga terlambatnya laporan kejadian kebakaran, " pungkasnya. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.