Ads Top

Peningkatan 61 Terkonfirmasi Positif Korona pada Selasa (24/11), Bukan dari Ponpes Al Mutawally


KUNINGAN - Angka kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Kuningan, pada Selasa (24/11/2020) kembali mengalami peningkatan. Dari angka 971 terkonfirmasi positif pada Senin (23/11) mengalami peningkatan sebanyak 61 kasus, sehingga menjadi 1032 kasus.

Sebelumnya, ada dugaan bahwa meningkatnya kasus terkonfirmasi positif tersebut adalah dari hasil swab massal yang dilakukan di Pondok Pesantren Al Mutawally Desa Bojong, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan setelah sekira 156 penghuninya diketahui reaktif COVID-19 dari hasil rapid antigen beberapa hari lalu.



Namun, hal tersebut dibantah Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Kuningan, Indra Bayu, didampingi Agus Mauludin, yang menjelaskan pada media bahwa peningkatan kasus terkonfirmasi tersebut bukan berasal dari penghuni Ponpes Al Mutawally.

"Bukan dari (Ponpes) Al Mutawally, tapi tersebar di beberapa kecamatan, " ujarnya.

Adapun dari data peningkatan kasus yang tercatat pihaknya pada Selasa ini berasal dari Kecamatan Luragung, Hantara, Kuningan, Cigugur, Kalimanggis, Cilimus, Pancalang, Kramatmulya, Mandirancan, Cimahi dan Sindangagung.


Jubir Satgas Covid-19 Kuningan yang juga menjabat sebagai Kalak BPBD Kuningan ini menyebutkan bahwa peningkatan kasus terkonfirmasi tersebut tidak lantas menjadikan wilayah Kuningan masuk Zona Merah. 

"Zonasinya tidak otomatis merah Kang, ada evaluasi terlebih dahulu nanti dari (Satgas) Provinsi, " tandasnya.

Sebelumnya, dilansir dari detik.com, bahwa sejumlah 156 penghuni Ponpes Al-Mutawally Kabupaten Kuningan, diketahui reaktif COVID-19 setelah menjalani rapid test massal.

Hal itu dibenarkan Direktur Ponpes Al Mutawally, Didin Nurulrosidin yang mengatakan bahwa dari 443 orang mengikuti rapid test massal pada Jumat (20/11) dan hasilnya 156 diantaranya dinyatakan reaktif.

"Ke-156 orang itu diantaranya adalah 4 tenaga pengajar dan 152 santri yang 47 diantaranya santri laki-laki dan 105 santri perempuan," rincinya pada Senin (23/11).

Dijelaskan Didin, test rapid yang dilakukan Jumat pekan lalu itu bermula dari adanya 47 anak santri yang mengalami gangguan penciuman dan demam. 



Pihaknya mengaku langsung melakukan koordinasi dengan Satgas COVID-19 Kuningan untuk melakukan penanganan kesehatan penguni Ponpes yang dipimpinnya itu.

Menurutnya dari 156 orang yang reaktif itu sudah melakukan swab dan masih menunggu hasil swab tersebut. Didin juga mengatakan untuk santri yang non reaktif saat ini telah dipulangkan ke daerah asal. Sementara yang reaktif masih diisolasi di Ponpes Al-Mutawally. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.