Ads Top


KUNINGAN-Dalam rangka penin,gkatan kualitas kepemiluan dan penguatan lembaga, Bawaslu Kabupaten Kuningan mejalin kerjasama dengan Universitas Kuningan. Kerjasama dituangkan dalam MOU yang ditandatangani pada Kamis, 26/11. Bertempat Di Student Centre Universitas Kuningan,  penandatangan dilakukan oleh Ketua Bawaslu Jawa Barat Abdulah Dahlan, Ketua Bawaslu Kuningan Ondin Sutarman. Dari pihak Uniku diwakili oleh Wakil Rektor III Ilham Adhya, S.Hut.,M.Si  dan Wakil Dekan II Fakultas Hukum Universitas Kuningan Diding Rahmat, S.H.

Ketua Bawaslu Jawa Barat Abdulah Dahlan menyatakan visi Besar Bawaslu adalah meningkatkan pendidikan demokrasi.  Adanya Mou ini diharapkan Bawaslu dan Uniku bisa berperan dalam peningkatan kualitas Demokrasi di Indonesia khsususnya di Kabupaten Kuningan. 


"Kampus memiliki sejarah panjang dalam penguatan isu isu kepemiluan. Kampus juga berperan dalam melahirkan pemilu yang berkwalitas,"ujar Abdullah Dahlan.

Masih dalam kesempatan yang sama, Abdullah Dahlan juga mengatakan, kerjasama dengan kampus juga bisa dipergunakan untuk meningkatkan indeks demokrasi ke depan. 

Sementara itu Ketua Bawaslu Kabupaten Kuningan Ondin Sutarman, menyatakan penandatangan MOU dengan Universitas Kuningan merupakan upaya  merangkul berbagai elemen masyarakat tak terkecuali kampus. 


"Hal ini dilakukan dalam rangka membangun kemitraan dengan misi sharing dan membahas issue strategis kepemiluan demi terwujudnya pemilu yang berkualitas," kata Ondin.

Realisasi MOU ini tambah Ondin bisa dilakukan dengan cara Uniku bisa menjadi patner Bawaslu dalam pengawasan pemilu. "Tekhnisnya bisa saja Bawaslu melibatkan mahasiswa sebagai relawan dalam pengawasan. Uniku pun bisa menkadikan Bawaslu sebagai ajang praktikum mahasisw hukum yang ingin mengetahui terkait hukum hukum pemilu," papar Ondin.

Sedangkan Warkil Rektor  III Universtas Kuningan Ilham Adhya, S.Hut.,M.Si , mengaku ikut senang bisa bekerja sama dengan Bawaslu.  Ilham mengatakan sebagai lembaga pendidikam kampus tidak hanya berkutat dalam proses belajar mengajar, tetapi juga ada tanggungjawab peneletian dan pengabdian. 


"Momemtum ini memungkinkan untuk pergunakan sebagai ajang pengabdian para dosen kami atau mahasiawa kami. Tekhnisnya bisa menjadi pengawas independen. Hal inipun akan bisa menambah wawasan dan memperdalam keilmuan yang berkaitan dengan kepemiluan," jelas Ilham. 

Apalagi Uniku selama ini tambah Ilham telah memiliki pusat studi kepemiluan yang telah terdaftar sebagai pemantau pemilu di Bawaslu RI. (Nars/Rilis)

Diberdayakan oleh Blogger.