Tuding Wartawan Salah Ketik, Abdul Jabbar "Tersandung" Lagi

KUNINGAN - Persoalan klaim jabatan Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Nahdlatul Ulama (NU) Kuningan oleh Abdul Jabbar berbuntut panjang. Setelah mendapat sanggahan langsung dari Ketua PCNU Kuningan, KH Aminuddin, yang mengatakan bahwa Abdul Jabbar bukanlah anggota bahkan Ketua LBH NU Kuningan.

Saat ini Abdul Jabbar tersandung lagi ucapannya di media massa yang menyatakan bahwa wartawan "salah ketik" saat menyebutkan dirinya menjabat sebagai Ketua LBH NU Kuningan.


"Terkait beredar di media, saya sebagai Ketua LBH NU, mungkin itu salah ketik saja dari wartawan, posisi saya di LBH NU adalah advokat relawan, " kata Abdul Jabbar dalam opininya yang dimuat kuningammass.com Selasa (03/11/2020).

Sontak, pernyataannya tersebut mengundang reaksi dari sejumlah wartawan di Kabupaten Kuningan.

Ahmad Ripai, wartawan tribunnews.com menganggap pernyataan Abdul Jabbar itu sudah dianggap melecehkan profesi wartawan. Karena menurutnya, wartawan terikat kode etik jurnalistik, yang tidak memperbolehkan penulisan berita tanpa informasi dari narasumber yang bisa dipertanggungjawabkan.

"Jelas dalam penulisan Abdul Jabbar sebagai Ketua LBH NU Kuningan itu, narasumbernya Abdul Jabbar sendiri. Ia yang menyatakan dirinya di depan wartawan, saat diwawancara, sebagai Ketua LBH NU Kuningan," tandas pria yang akrab disapa Ipay ini, Rabu (04/11).

Atas ucapan Abdul Jabbar yang seolah menyalahkan wartawan itu, dirinya mengaku tidak bisa menerima dan tersinggung sebagai profesi wartawan yang sedang digelutinya.

"Jelas tersinggung, rekaman dari para wartawan saat wawancara jelas ada sebagai bukti. Saya minta Saudara Abdul Jabbar bisa mempertanggungjawabkan ucapannya soal tudingan salah ketik itu pada kami, " tegasnya.

Ia meminta Abdul Jabbar bisa segera meminta maaf atas tudingannya tersebut kepada para wartawan yang selama ini ikut andil memberi informasi ke masyarakat Kuningan.


Adapun terkait persoalan antara PCNU, LBH NU dan BK DPRD Kuningan, Ipay enggan ikut campur hal itu.

"Soal itu bukan ranah kami, yang kami permasalahkan hanya ucapannya yang menuding kami salah ketik, seolah lempar batu sembunyi tangan, " katanya.

Ipay menyebut, hanya soal ucapan "salah ketik" yang Ia permasalahkan. Ini, ungkapnya, sebagai pembelajaran pada narasumber agar tidak mengelak dari bukti yang dimiliki wartawan. 

"Murni agar ada pembelajaran, tidak ada maksud lain dari pernyataan Saya ini, " ucapnya.


Terpisah, salah seorang mantan wartawan yang juga aktivis Warung Rakyat, Rio Kencono, juga ikut menyoroti saat Abdul Jabbar mempublikasikan opininya yang mengatakan Ia mengaku bukan ketua LBH NU.

Malahan, kata Rio, Abdul Jabbar menitik beratkan bahwa wartawanlah yang salah karena "Salah Ketik".

"Mungkin Bro Jabbar belum paham, kata "Salah Ketik" yang dia tulis dalam tulisannya itu sangat mendeskriditkan kredibilitas seorang wartawan yang merupakan penulis. Bahkan, kata salah ketik juga sangat berdampak negatif bagi karya seorang jurnalis dan medianya, " paparnya melalui pesan Whatsapp kepada KR, Rabu (04/11).


Sebagai mantan jurnalis, Rio juga  mengkonfirmasi kepada para wartawan di Kuningan terkait pernyataan Abdul Jabbar ini. Dari sana Ia mendapatkan beberapa bukti, di antaranya berupa rekaman wawancara dan foto print out Surat pengaduan ke BK DPRD Kuningan dengan KOP LBH NU Kuningan.

"Pertama adalah rekaman wawancara (didalamnya terdapat pernyataan bahwa wartawan tidak salah ketik, karena yang diwawancara mengaku atas nama Abdul Jabbar dan sebagai ketua LBH NU). Lalu, print surat pernyataan dengan Kop LBH NU, " sebutnya.(Nars)

No comments

Powered by Blogger.