Ads Top


KUNINGAN - Selama lebih dari 20 hari kejadian kematian hewan ternak secara massal dan misterius di beberapa desa di Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan telah memakan korban puluhan ekor kambing dan satu ekor anak sapi. 

Dalam keterangannya, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan, Bunbun Budhiyasa, menyebutkan bahwa terdapat 8 kali serangan hewan pemangsa dalam kurun waktu tiga pekan ini

"Pertama terjadi tanggal 4 dan 5 Desember 2020 di Desa Ciangir, tanggal 10,11 dan 12 Desember 2020 di Desa Cipondok dan tanggal 13 Desember 2020 di Desa Sukaharja," rincinya.



Kemudian pada tanggal 18 Desember 2020 di Desa Ciangir dan Desa Cipondok serta pada tanggal 19 Desember 2020 di Desa Cipondok.

"Laporan terakhir kematian domba terjadi pada tanggal 19 Desember 2020 di Desa Cipondok dengan jumlah korban 11 ekor," sebutnya.

Ia pun memberikan rincian daftar nama peternak dan jumlah hewan yang mati milik mereka.

Berikut daftar nama, alamat dan jumlah hewan yang mati selama serangan hewan pemangsa terjadi di Bulan Desember ini.

1. Apih Sukmana RT.5/5 Ciangir domba 1 ekor

2. Sunar, RT.4/6 Ciangir domba 1 ekor

3. Suharyo, RT.3/4 Ciangir domba 6 ekor

4. Andi, RT.2/2 Ciangir pedet 1 ekor

5. Warmad, Dusun lll Cipondok domba 7 ekor

6. Sarka, Dusun ll Cipondok domba 5 ekor

7. Rukanta, Dusun ll Cipondok domba 3 ekor

8. Sahudi, Dusun lI Cipondok domba 9 ekor

9. Warsono, Dusun lll Cipondok domba 1 ekor

10. Rahmat Nurdin Dusun ll Cipondok domba 1 ekor

11. Juhamat, Dusun Ill Sukaharja domba 14 ekor

12. Casendi, Dusun lll Sukaharja domba 1 ekor

13. Komar, Ciangir domba 2 ekor

14. Ruslan, Ciangir domba 5 ekor

15. Carsim, Dusun I Cipondok domba 3 ekor

16. Taryudin, Dusun I Cipondok domba 4 ekor

17. Abdul Karim, Dusun ll Cibodas domba 2 ekor

18. Ardi, Dusun Il Cibodas domba 2 ekor

19. Sarka, Dusun l Cikamuning domba 5 ekor

Dari data tersebut, tercatat jumlah kematian ternak per desa adalah Desa Ciangir :15 ekor domba dan 1 ekor pedet, Desa Cipondok 42 ekor domba dan Desa Sukaharja: 15 ekor domba.

Baca juga:

Terungkap Sudah Pemangsa Puluhan Kambing di Kecamatan Cibingbin, Ini Upaya yang Dilakukan Diskanak Kuningan

Sebelumnya, Kadiskanak Kuningan mengatakan dari hasil diskusi dengan tim dari Polsek Cibingbin, Petugas BKSDA, perangkat desa dan juga dengan pemilik ternak dihasilkan dugaan sementara bahwa hewan yang menggigit ternak adalah sejenis Musang (careuh/ganggarangan) atau anjing liar sejenis ajag, 

Pihaknya telah melakukan langkah dan upaya pengendalian di antaranya telah memberikan racun anjing ke desa namun belum di aplikasikan melihat berbagai pertimbangan baik resiko maupun efektivitas penggunaannya.

"Dinas Perikanan dan Peternakan berkoordinasi dengan Balai Veteriner Subang dan telah melakukan pengambilan sampel berupa kepala domba yang mati juga domba korban gigitan yang masih hidup untuk dilakukan pengujian terhadap penyebaran virus rabies dan penyakit lainnya," tandas Bunbun.



Pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan BKSDA terkait pelacakan hewan liar dan upaya pencegahan ternak terhadap serangan hewan liar. Juga berkoordinasi dengan Tim dari Kepolisian dan TNI dalam upaya perlindungan terhadap gangguan ketertiban masyarakat.

"Kami juga berkoordinasi dengan kepala desa agar dilakukan kegiatan penjagaan pada saat malam hari, " tutupnya. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.