Ads Top

Hindari Kerumunan, Sri Laelasari Jaring Aspirasi Tak Kumpulkan Warga, Tapi Blusukan dari Rumah ke Rumah



KUNINGAN - Kegiatan menjaring aspirasi masyarakat melalui Reses dalam masa persidagan Caturwulan 1 Tahun 2020 dilaksanakan anggota DPRD Kuningan dari Fraksi Gerindra Bintang, Sri Laelsari selama dua hari mengunjungi konstituen secara silaturahim dari rumah ke rumah.

Menurut Srikandi Partai Gerindra Kuningan yang juga aktivis gerakan sosial kemasyarakatan ini, kunjungan dari rumah ke rumah warga tersebut dilakukan mengingat kondisi pandemi Covid-19 yang tidak memungkinkan dilaksanakannya kerumunan warga dalam jumlah yang banyak.



"Dalam tiap pertemuan dengan warga, hanya bebetapa saja yang berkumpul, dan kita juga tetap menerapkan protokol kesehatan, mengingat di Kuningan saat ini sedang diterapkan siaga pandemi Covid-19, " terang Sri pada wartawan, Ahad (06/12).

Terpantau, dari kegiatan yang digelar selama dua hari (Sabtu dan Ahad, 05-06/12), Sri berhasil mengunjungi sejumlah desa dan pemukiman di perkotaan di Dapil 1 Kuningan. Dirinya berhasil menyerap keluhan-keluhan warga untuk dibawa ke ranah legislatif saat masa persidangan berjalan nanti.

"Ada beberapa permasalahan yang dikeluhkan warga, di antaranya masalah ekonomi dan pendidikan yang terdampak adanya Pandemi Covid-19 ini," tutur Sri.

Beberapa permasalahan itu, dirincinya, adalah banyaknya warga yang mengeluhkan kehilangan pekerjaan di luar kota akibat pandemi. Mereka terpaksa pulang ke kampung halaman karena tidak bisa bekerja lagi di kota.


"Sebagian dari mereka pun mengeluhkan tidak meratanya bantuan dari pemerintah bagi warga yang terdampak Covid-19. Mereka tahu dari media sosial terkait bantuan-bantuan tersebut, namun di lapangan mereka tidak mengetahui dan tidak mendapatkannya, " paparnya.

Masalah lain, diungkapkan Ketua Perempuan Indonesia Raya (PIRA) Kabupaten Kuningan ini, adalah terkait masalah pendidikan anak sekolah. Banyak orangtua yang ditemuinya, berharap agar pembelajaran tatap muka di sekolah bisa dilaksanakan kembali.

"Mereka mengaku siap untuk mengikuti aturan pemerintah, seperti dengan pembagian shift belajar dengan jumlah anak yang dibatasi. Juga dengan melaksanakan protoko kesehatan di sekolah-sekolah, " terang Sri.

Harapan warga tersebut, dijelaskannya, sangat beralasan sekali, karena dengan pembelajaran secara daring, banyak anak sekolah yang menggunakan handphone tidak semestinya. Para orangtua khawatir anak-anak mereka malah mengakses situs-situs web dan aplikasi yang tidak sesuai untuk anak-anak.

"Beberapa masalah lainnya yang berhasil kami kumpulkan dari kegiatan reses ini adalah masalah UMKM warga yang butuh perhatian pemerintah. Kemudian ada penggiat penanganan ODGJ yang membutuhkan kehadiran pemerintah secara aktif dalam penanganan ODGJ secara tuntas, " tandasnya.

Aspirasi lainnya dari warga masyarakat yang sampai kepadanya adalah beberapa fasilitas umum dan sarana-prasarana masyarakat yang kondisinya memprihatinkan dan butuh perbaikan, seperti bangunan mushola, sekolah dan penahan tebing sungai untuk menghindari bencana.


Dari berbagai aspirasi masyarakat tersebut, diakuinya, akan segera dibawa ke dalam pembahasan di beberapa komisi di DPRD yang menanganinya, setelah dilaporkan ke Fraksi Gerindra terlebih dahulu.

"Kita akan sampaikan semuanya nanti di pembahasan di gedung dewan, " pungkasnya. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.