Ads Top

KUNINGAN - Pada malam pergantian tahun masehi, sebagian masyarakat ingin melaluinya dengan kesan terindah. Tak jarang mereka bersama kerabat dan keluarganya, berkunjung ke tempat-tempat wisata maupun lokasi yang berkesan agar bisa menyimpan kenangan di penghujung tahun dan di awal tahun.

Bagi mereka yang hobi berpetualang di alam bebas, banyak yang sengaja menghabiskan malam penghujung tahun dan menyambut hari baru di tahun berikutnya dengan berkemah ataupun menelusuri alam, seperti mendaki ke puncak gunung, misalnya.



Adanya kondisi pandemi Covid-19 di penghujung tahun 2020 ini, kebiasaan mengisi malam tahun baruan terlihat sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Apalagi adanya himbauan pemerintah, untuk tidak merayakan pergantian tahun masehi dengan euforia, dan untuk tetap berdiam di rumah saja, ini sangat berdampak pada kunjungan tempat-tempat wisata di Kabupaten Kuningan.

Seperti yang diungkapkan pemilik usaha penyewaan alat-alat kemah dan kegiatan outdoor, Rental Outdoor Palutungan, Diki, Ia mengungkapkan untuk akhir tahun 2020 ini omzet dari penyewaan perlengkapan outdoor yang dikelolanya sangat turun drastis.

"Malam tahun baru 2021 ini turun drastis, hampir 60% omset menurun ketimbang tahun baru sebelumnya," ungkapnya saat ditemui di OW Sukageuri View, pada Kamis (31/12/2020) siang.

Untuk tahun baru 2019 lalu, pihaknya masih bisa menyewakan sebanyak 200 unit tenda. Sedangkan untuk tahun baru 2021, hingga hari ini, pihaknya baru mengeluarkan sekira  80 tenda yang disewa pengunjung.

"Itu pun tidak semuanya dari pengunjung Sukageuri, tapi mereka adalah pengunjung dari semua objek wisata yang tersebar di Kuningan, termasuk pendakian," papar Diki.

Terkait stok tenda yang dimiliki Palutungan Outdoor, Diki menyebutkan jumlahnya ada sekira 300 unit tenda.

"Stok kami belom ada perubahan. Kami, Rental Outdoor masih pake stok lama kurang lebih 300 tenda yang ready," ucapnya.

Untuk peralatan seperti sleepingbag/selimut camping, pihaknya sengaja tidak menyewakan. Karena berkaitan dengan Pamdemi Covid-19, untuk menyewakan alat tersebut sangat beresiko tinggi.

"Kita khawatirkan adanya virus yang menempel dari para penyewa, dan bisa menyebar. Jadi untuk alat yang dipakai langsung oleh pengunjung, kita tidak keluarkan," katanya.

Pihaknya selama ini telah mengelola penyewaan perlengkapan kegiatan outdoor mulai tenda, sleepingbag, kompor portable, cokingset, hamock, tas carier, daypack, lampu tenda, hadlamp, dan banyak lagi yang lainnya.

Saat ditanya terkait pengunjung yang datang ke lokasi wisata yang dikelolanya, Diki menyebutkan mereka yang datang lebih bnayak wisatawan lokal.

"Kebanyakan wisatawan lokal terdekat, seperti dari Cirebon, Indramayu dan ada beberapa dari wilayah jabotabek tapi tidak banyak," ujarnya.

Ia mencontohkan, dari data kunjungan di lokasi OW Sukageuri View, hanya wisatawan lokal semua. Hampir semuanya dari Cirebon, Indramayu dan Kuningan.

"Mungkin karena ada batasan kunjungan ya. Di Sukageuri View juga cuma bisa memasukkan pengunjung maksimal 1000 orang. Itu pun Saya lihat belum menutupi kuota. Padahal kapasitas pengunjung bisa mencapai total 8.000 orang camp dan kunjungan biasa, " paparnya lagi.



Dirinya juga melihat lokasi-lokasi wisata alam lainnya yang ada di sekitar Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur juga kebanyakan pengunjungnya tidak memenuhi kuota minimal seperti biasanya.

Bagi masyarakat yang ingin menyewa perlengkapan outdoor di Rental Outdoor Palutungan, pengunjung harus menyimpan data pengenal seperti KTP, SIM, KARTU PELAJAR/MAHASISWA, berikut nomor contact penyewa.

"Tempat kami berada di Kampung Palutungan Rt 07 Rw 10 Desa Cisantana Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, " tutupnya. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.