Warga Benarkan 6 Ekor Anjing Liar yang Ditembak Adalah Kawanan Pemangsa Ternak

KUNINGAN - Ditembaknya 6 ekor anjing liar dalam dua hari perburuan oleh tim gabungan bersama warga, menimbulkan pertanyaan, apakah anjing-anjing tersebut adalah pemangsa ternak yang selama ini dicari ataukah bukan. 

Menanggapi pertanyaan tersebut, salah seorang warga Desa Cipondok, yang ikut serta dalam proses perburuan, Yadi, meyakinkan bahwa anjing liar yang diburu itu adalah pemangsa puluhan ternak warga.



"Iya benar, itu adalah kawanan anjing liar yang selama ini memangsa ternak warga. Soalnya kami pernah memergoki kawanan mereka saat akan memangsa ternak, " tandas Yadi, yang juga menjabat sebagai Kaur Perencanaan Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin ini.

Adapun ciri-ciri anjing liar yang tewas ditembak, disebutkannya, memang tidak jauh dari anjing biasa. Namun dari mukanya, bisa dibedakan, karena agak seram.

"Lihat saja, mukanya rongod begitu, warna bulunya ada yang putih, agak merah dan hitam. Badannya agak besar dan larinya kencang, " sebut Yadi.

Banyaknya anjing liar di hutan yang ada di sekitar desa, imbuhnya, diduga peranakan anjing kampung dan anjing hutan.


"Awalnya ada warga yang memiliki anjing, kemudian beranak-pinak. Anak-anaknya ini tidak diurus dan dibiarkan liar di sekitar hutan. Anjing-anjing itulah yang kemudian menjadi ganas dan liar, " paparnya.

Masih kata Yadi, saat memangsa ternak, anjing liar tersebut bergerombol dalam jumlah lebih dari lima ekor.

"Mulanya satu ekor dari mereka melolong seolah memanggil kawan-kawannya. Kemudian gerombolan anjing lain berdatangan dari berbagai penjuru, " ceritanya.

Dalam perburuan tersebut, Yadi bersama warga lain mengaku berhasil menembak tiga ekor anjing pada hari pertama perburuan.

Sementara, tiga ekor lainnya, berhasil ditembak oleh tim gabungan. Sehingga dalam dua hari ini, total ada enam ekor anjing liar yang dilumpuhkan.

Proses perburuan terhadap anjing liar yang diduga sebagai pemangsa puluhan ternak warga di Kecamatan Cibingbin telah berlangsung dua hari, Sabtu (26/12) dan Ahad (27/12).



Tim berjumlah lebih dari 20 orang ini terdiri dari anggota TNI Kodim 0615/Kuningan, Polres Kuningan, Perbakin, BPBD, Pemerintah Kecamatan, Pemdes dan warga,

Kapolsek Cibingbin, Iptu Asep Alamsyah kepada kuninganreligi.com, Ahad (27/12) malam, saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler menyebutkan untuk perburuan selanjutnya, Tim Gabungan akan dikurangi, hanya personil lokal saja yang akan diturunkan.

Proses perburuan hari pertama, Sabtu (26/12) kemarin, sebutnya, sempat ada hambatan karena cuaca. 

"Perburuan juga sempat terhambat karena masih ada warga yang ngeyel berada di sekitar lokasi perburuan, " ujarnya. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.