Ads Top

Meski CFD Tidak Ada, Ahad Pagi Warga Berjubel di Sekitar Alun-Alun Kuningan Acuhkan Protokol Kesehatan

KUNINGAN - Seakan tak pedulikan kondisi Pandemi Covid-19, ratusan warga Kuningan nampak berkerumun di seputar Proyek Revitalisasi/Penataan Taman Kota dan Alun-alun Kabupaten Kuningan, pada Ahad (10/01/2021). 

Suasana tersebut tak jauh berbeda dengan saat masih digelarnya Hari Bebas Kendaraan (Car Free Day) di lokasi itu. Agenda CFD sendiri, yang biasa digelar setiap Hari Ahad, sejak awal adanya pandemi Covid-19, sudah tidak dilaksanakan lagi hingga hari ini.



Meski sebagian besar mereka nampak mengenakan masker, namun dari jumlah yang banyak tersebut, terlihat pengunjung Alun-alun dan Tamkot Kuningan ini tidak memperhatikan jarak satu sama lainnya.

Dari pantauan kuninganreligi.com di sekitar lokasi proyek penataan Alun-alun dan Taman Kota Kuningan tersebut, mereka yang berdatangan ke sana, tak hanya warga sekitar. Namun warga dari berbagai wilayah di Kabupaten Kuningan berdatangan.

Saat ditanya wartawan, salah seorang pengunjung, Junaedi (35 tahun) yang membawa serta istri dan dua anaknya, mengaku berasal dari Desa Ciawilor, Kecamatan Ciawigebang.

"Iya, Saya membawa anak istri, ya intinya ingin liburan lah. Sumpek di rumah terus. Katanya juga di sini ada wajah baru alun-alun dan Tamkot Kuningan, jadi kita penasaran datang ke sini, " ujarnya.

Amin, warga Desa Kadugede pun menjawab hal yang sama saat ditanya perihal kedatangan mereka ke lokasi itu. 

Kerumunan warga terlihat lebih banyak di jalanan depan halaman Masjid Syiarul Islam. Pelataran yang luas menjadi lokasi para pengunjung untuk melepas lelah dengan duduk-duduk sambil menikmati jajanan yang dibawa mereka. Sebagian dari mereka ada yang sengaja berswafoto dan mengambil gambar pemandangan yang baru mereka lihat setelah ada perubahan dari wajah Tamkot dan alun-alun Kuningan ini.

Terpisah, salah seorang Anggota Legislatif dari PKB, Susanto, saat dimintai tanggapan terkait banyaknya warga yang berkerumun di lokasi tersebut, mengatakan hal itu wajar. 

"Ya mungkin masyarakat memang perlu hiburan, melepas kepenatan dari aktivitas pekerjaan mereka bersama keluarga. Namun yang disayangkan itu protokol kesehatannya seharusnya diperhatikan juga, " paparnya.

Namun, dirinya tidak lantas bisa menyalahkan warga terkait adanya prokes yang tidak dilaksanakan di sana. Susanto meminta agar ada petugas yang menghimbau warga agar bisa menerapkan prokes dengan ketat.

"Juga sosialisasi agar warga tidak berkerumun. Tidak hanya di lokasi itu, bahkan di lokasi-lokasi wisata lainnya, saya pikir banyak warga berkerumun juga, " tandas Aleg dari Dapil 5 Kuningan ini.



Sementara, setelah video dan foto kerumunan warga ini beredar di media sosial, Ahad siang, sekira pukul 11:30 WIB, nampak ada upaya himbauan dari petugas dari aparat Satpol PP dan Polsek Kuningan agar warga tidak berkerumun dan segera meninggalkan lokasi tersebut.

Hingga pukul 12:00 WIB, masih terlihat pengunjung yang berdatangan dan ingin melihat-lihat suasana Tamkot dan Alun-alun Kuningan ini. Walaupun jumlahnya, tidak sebanyak pagi hari. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.