Ads Top

Warga Dua Desa Bertetangga Bersitegang, Lima Bangunan Rumah Dilaporkan Rusak

Gambar Ilustrasi Pelemparan Rumah (Google)
Gambar ilustrasi pelemparan rumah (google.com)

KUNINGAN - Mengawali hari pertama di Tahun 2021, kejadian mengejutkan terjadi di wilayah Kecamatan Cimahi, Kabupaten Kuningan. Sejumlah warga di dua desa, yakni Desa Cikeusal dan Desa Mulyajaya, diinformasikan, saling bersitegang pada Jum'at (01/01/2021) dini hari sekira pukul 03:00 WIB.

Akibatnya, tercatat lima unit rumah warga Desa Cikeusal disebutkan rusak ringan diduga karena sempat terjadi pelemparan ke rumah-rumah tersebut oleh sekelompok warga.



Informasi kericuhan warga di Kecamatan Cimahi ini dibenarkan Kapolsek Luragung, Iptu U Basuki saat dikonfirmasi media. Kapolsek menyebutkan pihaknya telah mengantongi sejumlah nama yang terlibat dalam kejadian yang merugikan sebagian warga itu.

"Iya, sebanyak lima rumah warga di Desa Cikeusal Kecamatan Cimahi mengalami kerusakan ringan. Kejadiannya bukan seperti tawuran warga biasanya, dimana dua kelompok massa saling serang secara berhadapan, tidak seperti itu, " terangnya.

Yang diketahuinya, ada lima rumah warga yang tiba- tiba dilempari benda keras, sehingga bagian atas bangunan rumah warga Desa Cikeusal rusak ringan, seperti genteng dan kaca jendala rusak.

Kejadian ini terjadi setelah sejumlah warga Desa Mulyajaya yang juga merupakan tetangga desa ini, diduga  melakukan serangan dengan melempari bangunan rumah warga tersebut. 

Kapolsek menambahkan, selain rumah warga yang terkena sasaran lemparan, ada pula satu unit bangunan pos kamling terbuat bambu menjadi sasaran amukan warga tersebut.

“Bangun pos kamling tersebut roboh, dan akhirnya digunakan warga untuk menutup akses penghubung kedua desa tersebut, tepatnya di jembatan perbatasan desa, " katanya.



Kapolsek juga menegaskan, telah mengantongi data pelaku penyerangan dan mereka sudah diamankan saat ini.

Meski kerugian terbilang sedikit, namun pihaknya masih menunggu bilamana ada pemilik rumah warga yang rusak yang akan melaporkan kasus tersebut.

"Taksiran kerugian dari kerusakan rumah warga ini sekira sepuluh juta rupiah," sebutnya. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.